MENGASIHI
Sehari-hari, kita pasti menemui banyak hal dan berbagai karakter. Dari suatu relasi (relationship) pasti kita menemui cukup gesekan baik dengan teman, keluarga, maupun pasangan kita. Kemudian seiring dengan berjalannya waktu, rasa sayang kita pada mereka pun menjadi pudar, pudar dan semakin pudar. Orang yang semula kita kasihi, kita sayangi menjadi orang yang kita musuhi. Dari kata-kata “Kau berarti bagiku”, “I love you”, dsb menjadi “SIAPA SICH DIA?”, “I HATE YOU”, dan berbagai kata-kata menyakitkan lainnya.
Saat Tuhan menegur kita, mempertanyakan kasih kita pada orang itu. Kita pun hanya berkata,”Memangnya siapa dia?” Kembali kita pun berkata,”Apa sich keahlian dia, kedudukan dia, kepandaian dia sehingga aku harus menghargai dia, memaafkan, ataupun baik padanya?” Kemudian kita pun hanya terdiam ataupun malah ngedumel mulu.. ![]()
Ingatlah DIA yang pernah berkata,”Tidaklah mungkin seseorang bisa mengasihi-KU yang tidak kelihatan, sedangkan dia tidak mengasihi saudaranya yang kelihatan!”