Suatu Review Kehidupan
Didalam hidup ini kita bertemu dengan banyak orang. Kadang
kita menemui orang-orang yang baik dan menyenangkan, kadang kita juga menemui
orang yang berhati kejam dan orang-orang yang dipenuhi iri dan dengki.
Dari kehidupan yang aku jalani sampai saat ini, aku menyadari
mungkin aku pun juga bukan orang yang baik. Kehidupanku masih banyak yang harus
dibenahi. Aku tahu hal ini ketika aku bergaul dengan orang yang berbeda
denganku. Ketika aku harus menemui orang-orang yang mengalami kekurangan,
mungkin kadang aku tidak bersikap sebagaimana mestinya. Ketika aku berhadapan
dengan orang yang membenciku, aku kadang tidak bersikap mengasihi. Ketika aku
dihadapkan pada situasi yang membutuhkan aku didalamnya, aku seringkali
menghindar. Masih banyak pula kekuranganku.
Ketika aku masih “bayi”, Tuhan menempatkan aku di tempat
yang rindang dan aman untuk kehidupanku. Seperti seorang ibu, Ia memperhatikan
seluruh kehidupanku. Ia memperhatikanku secara seksama dan benar-benar menjawab
seluruh keinginanku. Namun ketika aku lebih sedikit dewasa, aku dibawa-Nya
ketempat yang kurang begitu enak bagi jiwaku, aku mulai sedikit demi sedikit
harus bisa sendiri. Seluruh doa dan permohonanku tidaklah semudah dahulu
dijawab. Masalah dan rintangan pun mulai kuhadapi. Ketika aku sedikit lebih
dewasa lagi, aku mulai menjumpai kalau kehidupan ini tidak seindah dahulu.
Hari-hari yang kulalui tidaklah lagi ceria, tidaklah lagi menyenangkan, mendung
kadang muncul dan mungkin hujan turun mengikutinya. Aku mulai merasakan hari-hari
yang berat. Kekecewaan, kesakitan, kecapekan mulai hadir dalam hidupku. Jujur
kadang aku bersabar menghadapinya, jika ini memang salahku, itu pantas. Aku
sudah begitu bersabar rasanya, sudah begitu menguatkan hati. Namun mungkin aku
salah. Aku dipenuhi akan keinginanku untuk membela diriku. Aku dipenuhi akan
kesombonganku yang merasa aku sanggup dengan kekuatanku sendiri menyelesaikan
semua. Seharusnya aku lebih bersandar pada Tuhan, aku lebih berserah atas
semuanya. Sebab itulah yang terbaik. Seseorang tidak mungkin dapat hidup
sendiri, dia pasti butuh seseorang untuk menopang. Sosok yang paling tepat
dalam segalanya itulah Tuhan. Tuhan yang terlalu sempurna untuk tidak menyakiti
kita lagi, untuk tidak membuat kita menangis menghadapi suatu keputusasaan
hidup ini.
Buat Tuhan, terimakasih Engkau telah menghadirkan
teman-teman dan sahabat-sahabat yang ada dalam hidupku. Dari mereka aku belajar
banyak hal. Aku belajar tentang bagaimana tentang suatu kehidupan, mulai kasih
sayang sampai pengkhianatan yang membuat aku sadar kalau posisi-Mu dalam
hidupkulah yang terpenting. Bukan lagi diriku juga bukan lagi teman-temanku.
Buat Bang Mindo, Bang Lasben dan Mbak Daniarti, makasih sudah
mengajarkan nilai-nilai yang penting bagiku. Aku tahu kalau aku sampai saat ini
itupun juga karena kalian, yang telah menyayangiku yang udah sabar mengajarkan banyak
hal padaku, walaupun aku seringkali “ngeyel”.