Tipisnya Batas Antara Fiksi Dan Kenyataan
Mereka yang berniat atau yang sudah terlibat dalam romansa di dunia cyber sepatutnya bersikap waspada terhadap hubungan yang dijalinnya. Hubungan-hubungan yang dijalin para pegaul cyber cenderung dipenuhi oleh proses idealisasi. Ini terungkap dalam buku “Romansa Cyber: Liku-liku Hubungan Romantis Di Internet”, yang ditulis oleh Yayan Sopyan.
Idealisasi ini tidaklah harus berarti mewujudkan diri lebih baik dari sosok yang sesungguhnya di dunia fisik. “Idealisasi bisa juga berarti mewujudkan diri kita lebih buruk dari yang aslinya. Sosok yang kita tampilkan tergantung pada permainan apa yang akan kita mainkan di atas panggung komunitas cyber,” tulis Yayan lewat salah satu tokoh imajenernya dalam buku itu yang bernama Sadasa Bara.
Buku ini memang unik. Meskipun tidak tergolong sebagai novel atau jenis buku fiksi lain, di dalam buku ini Yayan menciptakan beberapa tokoh imajiner untuk mengungkapkan gagasan-gagasannya. Lebih unik lagi, meskipun tokoh-tokoh itu fiktif belaka, namun masing-masing tokoh memiliki alamat email yang bisa dihubungi oleh siapapun! Nama tokoh dan alamat email mereka, selain terbaca jelas di buku itu, juga bisa dibaca di situs web Romansa Cyber (http://www.romansacyber.com).
“Ini memang bukan buku fiksi. Bukan juga sebuah liputan jurnalistik. Dan sama sekali bukan didasarkan atas kisah nyata seseorang. Buku ini lebih merupakan catatan-catatan saya mengenai salah satu sisi dunia cyber,” tegas Yayan.
Yayan, konsultan media dan teknologi informasi yang juga jurnalis itu, melanjutkan, “Tokoh-tokoh imajiner di dalam buku itu dihadirkan agar suasana pikiran saya dan para pembaca lebih rileks. Bagaimanapun, saya mencoba memperlihatkan beberapa aspek psikososial, sosiologi, dan mungkin sedikit filosofi yang melatarbelakangi hubungan romantis di Internet secara populer kepada pembaca.”
Para tokoh imajiner itu sengaja dilengkapi oleh alamat e-mail. “Agar mereka hidup dan berkembang, sesuai dengan respon yang didapatnya dari para pembaca kelak,” tukas Yayan. Dan ini sekaligus untuk mempertegas bahwa di dunia cyber, batas antara fiksi dan kenyataan itu sangatlah tipis.
Hubungan yang cenderung mengalami idealisasi, dan tipisnya batas antara fiksi dan kenyataan di dunia cyber, membuat para pegaul cyber ditantang untuk bersifat lebih matang. Kematangan ini bukan saja agar para pegaul cyber dapat cukup tangguh jika romansanya tidak berlangsung mulus. Melainkan juga agar tidak mudah masuk ke dalam jebakan para psikopat cyber yang menjadikan Internet sebagai ladang berburunya.
Selain diterbitkan dalam bentuk cetak oleh penerbit Gagas Media, “Romansa Cyber” juga diterbitkan secara independen dalam bentuk e-book. Romansa Cyber versi cetak dapat dibeli di berbagai toko buku, namun versi e-booknya hanya bisa dibeli di RumahTom (http://kios.rumahtom.com)
