KKR Benny Hin
Mampukah doa memulihkan sebuah bangsa? Pertanyaan ini hendak dijawab oleh Panitia Doa Bagi Pemulihan Bangsa, yang dibentuk untuk menyambut Rev. Benny Hinn, hamba Tuhan asal Texas, AS. Benny Hinn berkunjung ke Indonesia untuk memberitakan kabar baik, mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) tiga hari berturut-turut (Jumat, Sabtu, dan Minggu 24-26 Maret). KKR akan berlangsung di kawasan Pantai Karnaval, Ancol, Jakarta, dua hari pertama mulai pukul 18.00 WIB, Minggu pukul 15.00 WIB. Sehari sebelumnya Kamis (23/3) pukul 09.00 WIB berlangsung seminar bertema sama, pembicara tunggal Benny Hinn, di Hall A-B Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran.
Seorang anggota panitia, Pendeta Daniel Supangat mengatakan, pihaknya telah membuat konsep penyelenggaraan Seminar dan KKR secara luar biasa. Ciputra, arsitek yang membangun Kawasan Wisata Pantai Ancol turut memberikan dukungan penuh.Kesuksesan hajatan besar ini, kata Daniel, akan berimplikasi pada pemulihan bangsa sebagaimana terjadi di Fiji, Almalonga, Mizoram dan lain-lain yang mengalami transformasi karena umatnya bersatu hati berdoa untuk pemulihan kota dan bangsanya.
Siapakah Benny Hinn? Sejumlah media rohani Kristen memberitakan rencana kedatangan Benny Hinn, hamba Tuhan yang diurapi. Seperti majalah Gaharu dan Narwastu Pembaruan edisi Februari 2006. Benny Hinn sendirilah yang menyatakan bersedia mengunjungi Indonesia, dengan misi khusus menyampaikan khotbah, doa penyembuhan, dan pemulihan bagi bangsa yang tahun-tahun terakhir mengalami krisis multidimensional.
Pria kelahiran 1953 ini menyampaikan kerinduan hatinya kepada Pdt. Diana Iranata, seorang warga Indonesia yang sedang mengikuti KKR Benny di Singapura. Iranata, sehari-hari Gembala Sidang GBI Api Kemuliaan, segera membentuk kepanitiaan. Dia berharap melalui KKR, umat Kristen Indonesia dan seluruh warga memperoleh inspirasi memulihkan kondisi bangsa. Kata Iranata, doa bisa menjadi inspirasi untuk melihat dan memahami, di balik setiap krisis sesungguhnya Tuhan sedang mendidik umat untuk berbuat lebih baik.
Benny Hinn lahir dari seorang ibu berdarah Armenia dan ayah Yunani. Hingga dewasa ia mengalami kesulitan komunikasi alias gagap. Keluarga mereka memegang teguh tradisi dan disiplin Kristen Ortodoks Yunani. Ayahnya adalah Walikota Jefta, sebuah kota di selatan Tel Aviv berpenduduk 60.000 orang, yang kini menjadi pusat kesenian. Benny mengeyam pendidikan di sekolah Katolik dan dirawat biarawati. Pasca Perang Enam Hari pada 1967, Benny dan seluruh keluarga bermigrasi ke Kanada. Masih dalam kondisi gagap bicara, ia menyerahkan keselamatan hidup sepenuhnya kepada Tuhan. Ia memilih Yesus Kristus sebagai Juru Selamat.
Semangat belajarnya begitu tinggi hingga berhasil menguasai bahasa Arab, Ibrani, Perancis, dan Inggris. Benny pindah ke Gereja Methodist yang digembalakan Jim Pynter. Pada Desember 1973, ia berangkat menaiki bus umum dari Toronto menuju Pittsburg, AS untuk mengikuti KKR Pelayanan Mujizat yang diadakan Kathryn Kuhlman (1907-1976). Kathryn adalah penginjil penyembuhan Pentakosta dari gereja First Presbyterian, di Pittsburg.
Dalam KKR ini Benny mengalami pengalaman rohani yang dahsyat. Dalam bukunya berjudul “Selamat Pagi Roh Kudus”, ia menceritakan malam itu ia ditarik dari tempat tidur dan terus terguncang serta bergetar bersama Roh Kudus. Ia mengalami pengurapan yang luar biasa dari Tuhan.
Selama kurun waktu 1974-1980, Benny bergabung ke Yayasan Kathryn Kuhlman. Tahun 1977 ia dipilih menjadi pembicara utama peringatan Satu Tahun Meninggalnya Kathlyn Kuhlman. Benny mengabdikan hidup sepenuhnya bagi kemuliaan Tuhan. Ia berkenan melayani semua umat di banyak tempat dan negara. Setiap minggu ia menjangkau puluhan juta umat lewat khotbah acara televisi “This is Your Day”, dikemas bersama istri Suzanne dan disiarkan oleh jaringan televisi miliknya TBN dan Daystar.
Benny Hinn yang tinggal di California Selatan, menempatkan pusat fasilitas produksi media dan televisi di California. Sementara pusat pelayanannya berada di Texas. Ia telah menulis sejumlah buku di antaranya Good Morning Holy Spirit (Selamat Pagi Roh Kudus), Welcome Holy Spirit (Selamat Datang Roh Kudus), The Blood, The Anointing dan lain-lain. Benny mempunyai tiga putri, Jessica, Natasha, dan Eleaqsha, dan satu putra Joshua. Ia adalah pendiri dan pendeta pada World Outreach Center yang melayani gereja interdenominasi.