Pantai Parangtritis merupakan tempat wisata yang layak untuk dikunjungi, sebab di kompleks tersebut terdapat banyak obyek wisata menarik, antara lain: Parangwedang, Pantai Parangkusumo, Dataran Tinggi Gambirowati, Goa Langse dan Makam Syeh Belu-Belu.
Pantai Parangtritis terletak sekitar 27 km di sebelah selatan kota Yogyakarta. Lokasinya mudah dijangkau dengan berbagai alat transportasi. Disamping itu, di kawasan ini cukup banyak tersedia fasilitas penginapan dan rumah makan, kolam renang, pemandian dan bumi perkemahan.
Meskipun pengunjung tidak diperbolehkan berenang di pantai ini karena ombaknya yang tidak bersahabat, pengunjung masih bisa menikmati waktu santai sambil menunggang kuda menyusuri pantai ataupun menumpang bendi. Di pinggir pantai juga terdapat banyak warung kecil yang menyajikan kelapa muda segar (harganya sekitar Rp. 5000 / buah).
Setelah puas menikmati debur ombak dan desir angin di Pantai Parangtritis, pengunjung dapat meneruskan wisata ke beberapa obyek wisata supranatural maupun ilmiah yang ada di kawasan ini.
Dataran Tinggi Gumbirowati
Dataran tinggi ini dapat ditempuh dengan menyusuri jalan Parangtritis menuju ke arah Goa Langse. Dari dataran ini, cakrawala kawasan pantai Parangtritis terlihat amat jelas. Di samping itu, terdapat pula Bukit Gapit, sebuah perbukitan yang sering digunakan sebagai pacuan loncatan start layang gantung.
Goa Langse
Gua Langse yang terletak di kaki tebing Parangtritis merupakan tempat tetirah yang terkenal, meskipun di sekitarnya juga banyak kawasan serupa, seperti Gua Tapan, Sendang Beji, maupun Gua Siluman. Dalam buku-buku tulisannya, Dr. Hermanus Johannes de Graaf, ilmuwan Belanda yang mengkhususkan diri dalam pengkajian tanah Jawa, menyebut Gua Langse sebagai Gua Kanjeng Ratu Kidul. Oleh sebab itu, gua ini merupakan tempat yang sering dikunjungi oleh reraja Mataram. Di gua ini konon pernah bersemedi pula Syekh Siti Jenar maupun Sunan Kalijaga.
Dari pantai Parangtritis untuk menuju Gua Langse masih harus berjalan sekitar 3 km ke arah timur. Jangan kaget atau merasa ngeri ketika Anda sudah berada di bibir tebing. Dengan ketinggian tebing 400 m dan nyaris tegak lurus, perjalanan menuju Gua Langse menjadi tantangan tersendiri. Jalan menuju ke kaki tebing tempat Gua Langse berada berupa campuran antara tangga (ada 4 buah pada tempat yang terpisah), akar, dan tonjolan bebatuan.
Sesampainya di gua, pengunjung bisa mandi di salah satu bilik. Air yang dipakai mandi berasal dari mata air yang keluar dari dalam gua. Airnya yang dingin dan tawar serta mengandung kadar kapur tinggi bisa menghilangkan kelelahan akibat perjalanan menuju gua. Selesai mandi, barulah pengunjung dipersilakan untuk bersemedi. Kesunyian di dalam gua sangat membantu untuk memusatkan pikiran. Suara yang terdengar hanyalah debur ombak pantai selatan.
Makam Syeh Belu-belu
Makam yang dikenal amat sakral ini terletak pada sebuah bukit pemancingan. Pada hari-hari tertentu, makam ini banyak dikunjungi peziarah, khususnya pada malam Jumat dan malam Selasa Kliwon.
Gumuk (satu-satunya di Asia Tenggara)
Di dekat Pantai Parangtritis terdapat hamparan pasir yang berbukit-bukit, disebut dengan gumuk atau bukit pasir (sand dunes). Gumuk yang ada di kawasan ini merupakan hal yang langka untuk daerah tropis basah, bahkan satu-satunya di wilayah Asia Tenggara. Tempat lain yang memiliki gumuk serupa adalah Arab Saudi dan Gurun Gobi (Cina).
Gumuk tersebut merupakan laboratorium alam yang terbentuk melewati proses ribuan tahun. Di Parangkusumo ada beberapa tipe bentuk gumuk langka, yaitu barchan dune (berbentuk sabit), parabolic dune (berbentuk parabola), comb dune (berbentuk sisir), serta longitudinal dune (bukit yang memanjang). Saat ini tipe-tipe tersebut sudah tak lengkap lagi, yang sering muncul tinggal barchan dan longitudinal.
Parangwedang
Parangwedang adalah sebuah sumber mata air panas yang kaya mineral (unsur terbesar adalah Na, Cl, dan Mg). Uniknya, tidak ditemukan unsur belerang seperti lazimnya sebuah sumber mata air panas.
(sumber: yogyes.com)
