Akses Kamera Keamanan Lewat Ponsel
Gerak tubuh mungkin tak akan berarti apa-apa bagi orang awam, tapi di tangan para ilmuwan, sebuah gerak bisa disulap menjadi sesuatu yang sangat berarati. Seperti gerakan orang asing yang masuk kerumah kita, dengan teknologi deteksi gerak (motion detection) yang dikombinasikan dengan fitur di ponsel, ibarat kamu memiliki kamera pengintai di rumah yang bisa terus dikontrol dari ponsel. Awalnya motion detection dikenal di tanah air lewat aplikasi yang disediakan Nokia dengan Nokia Observer Camera (NOC) sejak 2004 lalu. Alat berbentuk kamera ini dikombinasikan dengan ponsel-ponsel cerdas (smart phone) Nokia melalui jaringan seluler, membuat penggunanya memiliki camera keamanan (survellence camera) yang bisa dikontrol dimana dan kapan aja berada. Dengan kemudahan ini, maka kreasi motion detection berbasis kamera built-in pun diadopsi perangkat ponsel berbasis Symbian dan PDA Pocket PC. Tak berhenti disitu, pengembangan motion detection tak sebatas menggunakan kombinasi kamera dan ponsel. Vendor dan beberapa lembaga penelitian berhasil mengeksplorasi motion detection dalam beragam bentuk. Samsung Mobile misalnya, vendor ini termasuk yang awal mengenalkan motion detection pada seri SGH-E750 dan E760. Cukup dengan melakukan gerakkan tangan tertentu, sistem operasi ponsel akan melakukan perintah menuju beberapa pilihan menu. Sementara lembaga penelitian, Institute for Pervasive Computing ETH (Eldgenossiche Technische Hochschule) Zurich Swiss menjadi pelopor dalam menciptakan kreasi sweep and phone movement detection. Sederhananya sistem kerja motion detection pada kamera ponsel menurut Volker Paelke, pengajar dari University of Hannover Jerman, mengatakan ponsel melakukan proses rekam, pointing, identifikasi dan menandai (marker) sudut-sudut gambar yang telah ditentukan secara otomatis oleh sistem. Hal ini berfungsi sebagai point of origin pergerakan frame. Sebagai unit pengolah data bisa disebut computer vision synchronous data flow (CV-SDF), tugasnya melakukan deteksi obyek berdasarkan pola video stream. Disini dibutuhkan software pendukung yang berperan untuk menghitung performa setiap obyek. Motion detection di ponsel mengambil prinsip six degree of freedom (6DOF), terdiri dari koordinat tiga derajat linear dan tiga derajat rotasi. Tiga derajat linear adalah vertikal horisontal (x,y,z) dan tiga derajat rotasi merupakan tahap proses incoming video streaming. Dengan keunggulan seperti ini, motion detection bisa diterapkan dalam beberapa aplikasi berbasis selular. Misalnya pengembangan mobile gaming, penggerak menu ponsel, ataupun monitoring image area.(fis) Sumber: kplg