Archive for October, 2006


Disindir

Hari-hari ini jugaa… KOkkk rasanya cuma disindir2 mulu seh.. cuma sayanggg tuchhh padaan.. ga kenaa sasarannn.. malah gue isengin balikkk!!! Khusus buatt Z.. maafkan diriku.. Salahnyee orang ngomong serius, lu tanggepinnya ngasaalll mulu.. Yach udah waktuuu lu seriusss, gue baleesss.. Palagii gokill gue lagiii kumaattt.. Hohohoho… Lagiiiannn oranggg lagiii cibuukkk lu ajakkk kesana muluuu… Ntar dechhh klo gue ada waktuuu yang cukup senggang…

Pembelajaran

Hari-hari ini banyak ketemu banyak orang dan berdiskusi dengan mereka. Dari diskusi-diskusi itu akhirnya aku menyimpulkan klo banyak hal yang terjadi dalam kehidupan kita yang dikarenakan kita tidak berada pada tempat seharusnya kita berada. Saat kita berada dimana kita seharusnya berada, kita akan merasakan apa itu yang dinamakan damai sejahtera dan sukacita.

Selain itu dari hari-hari ini, aku menyimpulkan mungkin kita selama ini udah banyak menerima pengajaran, entah itu dari buku, sharing dengan teman di mana aja, termasuk komsel, tapi kita sendiri belum banyak melakukan apa yang disebut dengan kebenaran… Oleh karena itu, kadang hidup terasa timpang..

Kadang kita pandai untuk menasehati orang lain, namun pada saat kita dituntut praktek… Hmmm.. berapa persen hal itu kita terapkan dalam  kehidupan kita sehari2??? Biarlah ini jadi suatu pertanyaan dalam diri kita yang harus dijawab…

Allah Peduli

There are so many things that I cannot understand
Why things have to happen in this life

One thing that I keep in my heart
nothing will happen
without God knowing it

Reff.

God understands
God knows
All problems we face

He will not let me struggle alone
because He understands

Sedihhh

Rasanya sedihhh banget hari-hari ini.. Udah beberapa bulan yang lalu, ditinggal ma sobat pulang ke kotanya nun jauh dsana.. Hari-hari ini ditinggal lagi ma sobat gue yang lebih deket.. Setiap kali liat fotonya yang berdua ma gue, bawaaannya jadi mellowwww banget… hiksss… Aku kok jadi begini.. Anehh banget!!!

Jujur dia udah nemenin gue sekian lama.. Yach dulu2 seh biasa aja.. Cuex2 aja gt lohh.. Saat sobat-sobat gue juga dia minta gue di jogja.. gue mah cuexxx aja.. toh juga ntar ketemu juga gt akhirnya… Teknologi sekarang khan juga dah maju.. Kita bisa gunakan itu.. But, ternyata setelah ditinggal ‘n ga balik2 lagi jadi begini…

Kehilangan bangettt rasanyaa.. Palagi dia termasukk orang yang buaeeeeekkk banget.. cuma satu hal yang jadi penghiburan gue.. gue masih ada temen2 laen juga, tms orang2 yang dia puji baek ‘n bener2 temen ma gue.. tapi jujur kehadiranmu tak tergantikan, friend!!!! :P

MENGENAL DIA LEBIH DALAM

MENGENAL DIA LEBIH DALAM                                             
Saumiman Saud
14 x 21, 216 hal
Rp 28.500,-

Mdld “Konflik dalam persekutuan dan Gereja serta sikap kekanak-kanakan dari banyak orang percaya dalam menghadapi berbagai masalah hidup dan pelayanan adalah sesuatu hal yang sangat menyedihkan hati Tuhan. Dalam pelayanan selama lebih 25 tahun, saya menemukan bahwa semua itu bisa terjadi karena tidak mendalamnya kita mengenal Tuhan.

“Rasul Paulus menasihati, ‘Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia’ (Kolose 2:6,7a). Jelas dan nyata ayat ini mengajak kita untuk mengenal Dia lebih dalam agar kita dapat membangun karakter Kristen yang serupa dengan Kristus. Oleh karena itu, tidak heran bila ada hamba Tuhan yang mengatakan, ‘Tunjukkanlah padaku seseorang yang mengenal Tuhan secara mendalam, maka aku akan menunjukkan padamu seorang Kristen yang berkarakter.’

“Saya bersyukur kepada Tuhan, di tengah situasi sulit di tanah air, buku ini bisa diterbitkan. Harapan saya bukan saja agar melalui renungan-renungan dalam buku ini kita dapat mengalihkan fokus dari berbagai krisis yang sedang melanda warga Indonesia kepada Kristus untuk mengenalnya lebih men-dalam, tetapi juga supaya di masa yang sulit ini kita dapat mewujudkan suatu karakter yang Agung di tengah dunia yang sedang menderita ini di mana kita terpanggil sebagai garam dan terang, sehingga menjadi berkat bagi sesama umat manusia.”

—Pdt. Dr. Bob Jokiman, Gembala Sidang GKI Monrovia, LA, USA

Princess Hours

Synopsis & Info

Goong1cz_1
It’s a different Korea, where a royal family rules and a beautiful palace sits in the heart of modern-day Seoul. It’s where a normal girl and a celebrated prince will discover their fate, tying them together for as long as their love-hate relationship will allow. Chae Gyung, art student one day, crown princess the next, must find a way to survive the extravagance of palace life while falling faster and faster in love with her husband, the lonely and reluctant prince. Once upon a time, there was far from enough warmth between them to build the fairy tale relationship, but in this modern Cinderella story, scandals, love triangles, and royal jealousy can all fit in the shoe.

Shin Chae Gyung (Yoon Eun Hye)
- A heroine with a heart of gold, Chae Gyung is compassionate, free-spirited, and fiercely loyal to her loved ones. She’s won the genetic lottery as a result of her grandfather’s agreement with the late emperor and is promised from the cradle to the crown prince of Korea. Nineteen years later, she grudgingly accepts marriage to a handsome but outwardly unemotional Prince Shin. Despite her clumsy, silly ways, she brings a cheerful, genuine presence to the doll-like stoniness of the palace and slowly gains the acceptance of the royal family. In the beginning, the animosity between herself and Shin is mutual, however, as the estranged distance between them closes with understanding, Chae Gyung learns that true love is the only thing this prince charming needs to make her the queen of his heart.

Lee Shin (Joo Ji Hoon)
- He’s no Romeo or Casanova, but he’s won the heart of every girl in Korea as their crown prince. Brought up with every adherence to proper manners and royal duties, he’s suddenly found himself married to a spunky, “common” girl who isn’t afraid to treat him like a normal human being. Though inwardly touched by Chae Gyung’s open adoration of him, he isn’t the type to express how he feels through words. Throughout the course of their marriage, he faces ex-girlfriend troubles and repeated royal scandals, all topped with his impending vow of giving up the throne for his freedom. In time, he learns he’s truly come to love his Cinderella and has to find the courage to tell her before his pride drives them apart forever.

Lee Yul (Kim Jung Hoon)
- The fallen angel and palace outcast, Yul is sentimental, reserved, and possesses a first-rate lady killer smile. The quiet type, he prefers books and nostalgic childhood places to the party scene. First cousin to Shin and originally first in line to the throne, Yul was just five when his father died unexpectedly, leaving the crown title to Shin’s father. Following imperial law, Yul and his mother left the palace to live a solitary but not unpleasant life in London. Fourteen years later, his return to Korea is driven by a shadowed desire to reclaim his throne. In the royal chaos that ensues, he also finds himself falling for Chae Gyung, unable to let go of the fact that she was first betrothed to him. Over time, as his feelings grow, he must choose between his dream of becoming king and his love for a woman he can never have.

Min Hyorin (Song Ji Hyo)
- A premier ballet dancer, Hyorin fulfills every stereotypical characteristic of the high school Queen Bee: pretty, rich, and incredibly immune to human emotions. At least on the surface it seems that way. For two years, she’s carried on a relationship with Shin, both of them keeping it secret to avoid mass media and social attention. Prior to his wedding, Shin proposed to Hyorin to escape his arranged marriage, but she declined, not willing to give up her dancing dreams. She feels the full sting of her rejection only after Shin marries Chae Gyung and resolves herself to win him back. In addition to the love triangle she creates, she also has a hidden past that threatens her confidence and desire to live. Beneath the haughty exterior, she’s insecure, lonely, and increasingly hopeless as she watches Shin move on without her. Her only remaining wall of support is Kang In, who may or may not be able to convince her that his love for her is enough.

Sahabat

Ada pertemuan juga ada perpisahan
Ada kalanya Tuhan mengizinkan kita bertemu dengan seseorang
Ada kalanya pula Dia mengizinkan kita untuk berpisah
Namun hati ini serasa tidak rela melepasnya
kendatipun dia hanyalah seorang sahabat yang selalu menemani hari-hariku

Dia selalu ada saat aku senang
saat aku sedih, kau pun selalu menghibur
saat aku bimbang, kau beri nasehat-nasehatmu
saat ku putus asa, kau berikan dukunganmu

Mungkin ini yang buat aku percaya, saat orang lain tak percaya
ini yang buat aku mau untuk selalu menemanimu kemana pun kamu pergi
karena kamu memang benar-benar sahabat yang setia
yang selalu baek buat aku..

Ini pula mungkin yang buat aku berubah
dari sifat yang hanya menggunakan logika menjadi seseorang yang berbeda
karena bertemu denganmu

Dedicated to : sahabatku yang barusan lulus ‘n pulang ke Sumatera, seseorang di Jogja yang meneleponku memberi dukungan pada waktu aku pendadaran (tanpa dukunganmu, aku ga akan bisa tegar menghadapi hari2 itu), Olipe, Zekun, Unggul, Elen, Ana, Ika, Daniel, Andre, Ronny, Hery, Ester Solo, Esther dan sahabat-sahabatku yang laen..

Beginilah Ponsel Ramah Tuna Netra

Phonerama_1
Jakarta, Saat ini, tunanetra telah banyak menggunakan ponsel sebagai media komunikasi. Tidak terbatas pada fungsi memanggil atau menerima telepon saja, mereka juga menggunakan telepon genggam untuk kebutuhan lain, seperti mengirim SMS, menerima MMS, bahkan browsing internet. Masalahnya, bagaimana cara tunanetra mengoperasikan sebuah ponsel?

Apalah artinya sebuah ponsel terbaru dengan fitur canggih, jika pemiliknya yang tunanetra tak dapat menggunakannya? Karena indera penglihatan tak dapat berfungsi, maka banyak fitur-fitur ponsel yang tak dapat digunakan (kamera, video, dll). Oleh karenanya, penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana cara memilih ponsel yang ideal bagi tunanetra.

Berikut ini adalah gambaran singkat mengenai kriteria ponsel yang ideal bagi tunanetra.

Ponsel Aksesibel

Sebuah ponsel aksesibel bukanlah ponsel yang diproduksi khusus untuk tunanetra, melainkan telepon genggam konvensional yang telah ditambah beberapa fitur sehingga ideal digunakan oleh tunanetra.

Yang dimaksud dengan ponsel aksesibel adalah ponsel yang dapat dioperasikan oleh tunanetra tanpa memerlukan bantuan orang lain. Biasanya ponsel tersebut telah dilengkapi dengan program pembaca layar (screen reader), yaitu jenis aplikasi yang mampu membacakan teks, menu, atau informasi lain yang tertera di layar ponsel.

Jadi, tunanetra dapat mengetahui aktivitas ponsel hanya dengan mendengarkan suara screen reader yang membacakan teks dari telepon genggamnya.

Apa saja yang dapat dilakukan program pembaca layar pada ponsel? Selain membantu dalam bernavigasi, program ini dapat digunakan untuk mengetahui informasi waktu, kuat lemahnya sinyal, kondisi baterai, membaca SMS atau mengirim pesan, bahkan browsing internet.

Keluaran suara yang terdengar juga memungkinkan tunanetra mengorganisasi phonebook atau file-file yang didownload ke dalam ponsel.

Jadi, screen reader bertindak sebagai pengganti mata sekaligus pembaca pribadi bagi si pemilik telepon. Dengan demikian, tingkat privasi akan terjaga karena tunanetra tak perlu meminta bantuan orang lain untuk membacakan pesan yang mungkin bersifat rahasia.

Untuk memperoleh sebuah telepon genggam aksesibel memang memerlukan dana yang tidak sedikit. Anda setidaknya perlu menyediakan uang di atas 2 juta untuk membeli ponsel yang dapat menjalankan pembaca layar.

Selain itu, untuk membeli screen reader biayanya relatif mahal. Umumnya, biaya lisensi sebuah pembaca layar berkisar antara USD250 sampai USD350.

Apabila Anda ingin mencoba salah satu versi demo screen reader untuk ponsel, Anda dapat mendownloadnya di www.talx.de. Aplikasi bermerek Talx ini dapat dioperasikan pada ponsel Nokia seri 6 atau 8, contohnya Nokia 3660/3650, Nokia 7650, Nokia N-Gage, Nokia 6600, dan berbagai ponsel lain yang telah mendukung teknologi 3G.

Gunakan koneksi bluetooth untuk mentransfer pembaca layar yang telah didownload (dari komputer ke ponsel). Jika Anda tidak membeli lisensi, program ini hanya akan aktif selama sepuluh menit. Selanjutnya Anda harus mematikan ponsel dan mengaktifkannya kembali.

Ponsel Ekonomis

Jika dana menjadi pertimbangan utama, Anda dapat membeli ponsel sederhana tanpa dilengkapi dengan program pembaca layar yang mampu membacakan semua kontent ponsel.

Meskipun sederhana, ponsel tersebut hendaknya memiliki tingkat navigasi baik, misalnya menu yang mudah diakses, shortcut (tombol perintah untuk mengaktifkan menu tertentu) yang dapat dihafal, serta informasi isi ponsel yang tidak membingungkan.

Namun, ada konsekwensi yang harus ditanggung tunanetra tanpa adanya program pembaca layar di ponselnya. Ia masih tetap membutuhkan bantuan orang lain untuk membacakan SMS atau pesan lain yang masuk ke ponsel, sehingga tingkat kerahasiaan isi ponsel tidak terjamin.

Selain itu, si pemakai dituntut memiliki ingatan yang kuat serta kemampuan mengorganisasi isi ponselnya dengan baik. Mintalah seseorang untuk membacakan semua menu beserta isinya saat pertama kali memakai ponsel, dan hafalkan atau buat catatan kecil sebagai pengganti program pembaca layar.

Alternatif Lain

Anda juga dapat membeli ponsel yang dilengkapi perangkat konektivitas ke komputer, misalnya kabel USB atau bluetooth. Biasanya ponsel semacam ini menyertakan aplikasi yang dapat dijalankan di PC, seperti buku telepon, pengatur file multimedia, dan yang terpenting adalah aplikasi untuk mengirim SMS.

Jika sebuah komputer memiliki pembaca layar, maka tunanetra dapat mengirim atau membaca SMS serta mengorganisasi ponselnya secara real-time (saat ponsel terhubung ke komputer).

Konfigurasi

Selanjutnya, Anda dapat mengkonfigurasi ponsel agar mudah digunakan oleh tunanetra. Sebaiknya aktifkan fungsi suara yang akan membuat ponsel mengeluarkan bunyi singkat saat Anda menekan tombol ponsel (cara konfigurasi tergantung merek ponselnya).

Biasanya bunyi yang terdengar adalah "tik," "beep," atau suara yang lazim terdengar bila Anda menekan tombol nomor pada pesawat telepon biasa. Bunyi ini dapat membantu tunanetra untuk memastikan bahwa ia telah menekan tombol yang diinginkan, sehingga kekeliruan saat melakukan panggilan atau SMS dapat dikurangi.

Namun, aktivasi fungsi suara ini tak perlu dilakukan bila ponsel telah dilengkapi screen reader, karena program tersebut akan membacakan setiap tombol yang ditekan.

Anda juga dapat mengaktifkan ringtone atau nada pengingat saat ada SMS yang masuk, atau "vibrate" (mode getar) jika telepon dalam keadaan "silence" (mode diam). Hal ini berguna sebagai petunjuk, jadi si pemakai tahu kalau ada pesan atau panggilan yang masuk ke ponsel.

Sebaiknya hindari penggunaan "silence" karena akan membuat tunanetra "mati kutu," kecuali ia telah mahir menggunakan ponselnya tanpa bantuan suara.

Hal lain yang dapat dilakukan adalah membuat shortcut untuk menu atau perintah yang sering digunakan. Shortcut sangat berguna, karena tunanetra tak harus menjelajahi menu demi menu hanya untuk mengakses halaman pengetikan SMS atau mencari nomor telepon.

Dengan shortcut, Anda hanya perlu menekan beberapa tombol untuk mengaktifkan menu tertentu, sehingga dapat menghemat waktu dan memperkecil resiko terjadinya kekeliruan, khususnya untuk ponsel yang tidak dilengkapi program pembaca layar.

*) Penulis, Eko Ramaditya Adikara (Rama), adalah seorang tuna-netra yang gemar menulis menggunakan komputer. Penulis tergabung dalam Yayasan Mitra Netra (MitraNetra.or.id). Blog pribadinya dapat dibaca di alamat www.ramaditya.com.

NGABUBURIT TANPA HARUS JADI BOROS

Banyak kegiatan yang dilakukan selama menjalankan ibadah puasa. Bagi karyawan, tentu waktu puasa lebih banyak dihabiskan di kantor. Sementara bagi ibu rumah tangga waktunya banyak tersita untuk mengurus keperluan rumah tangga. Kendati demikian baik yang bekerja maupun ibu rumah tangga kadang masih punya waktu lebih, apalagi menjelang buka puasa. Itu sebabnya, muncul istilah ngabuburit, menunggu waktu buka puasa. Bagi yang hidup di perkotaan, tempat ngabuburit yang paling nyaman adalah plasa atau pertokoan. Suasana adem dan banyak barang-barang yang bisa dilihat. Tapi jika Anda tak bisa mengerem, risikonya kantong Anda bisa jebol. Nah, bagaimana ngabuburit tanpa harus boros.

1. Pilih tempat menunggu Anda Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan memilih tempat dimana Anda akan menunggu berbuka puasa. Sebagai contoh, kalau Anda bekerja di luar rumah, dan selalu memilih untuk berbuka puasa di jalan, maka Anda mungkin akan menunggu di luar rumah, entah dengan berjalan-jalan ke mal atau ke pasar. Nah, disini, saya minta Anda memilih dengan baik dimana Anda akan menunggu. Tentunya, kalau Anda menunggu buka puasa dengan berjalan-jalan di toko buku, mungkin akan berbeda dibanding kalau Anda menunggu di toko baju.

Di Toko Buku, umumnya Anda bisa bebas memperlakukan toko itu seperti sebuah perpustakaan. Anda tahu, di perpustakaan, orang umumnya tidak akan peduli seberapa lama Anda duduk dan membaca, sepanjang Anda tidak berisik. Kalaupun Anda membeli buku, maka harga buku pada saat ini yang umumnya masih berkisar pada angka Rp 10 ­ 90 ribu mungkin tidak akan terlalu membuat kantong Anda jebol. Tetapi, kalau Anda berada di sebuah toko baju, maka harga baju yang umumnya berkisar di atas harga buku mungkin akan membuat isi kantong Anda berkurang dengan lebih cepat. Jadi, pilihlah tempat menunggu Anda, karena tempat macam apa yang Anda datangi akan menentukan cepat tidaknya isi kantong Anda terkuras.

2. Batasi Uang Tunai yang Anda bawa Sudahlah, tidak perlu membawa uang hingga beratus-ratus atau berjuta-juta di dalam dompet Anda di Bulan Puasa ini. Buat apa sih? Selain Anda punya kemungkinan untuk lebih tergoda menghabiskannya, Anda juga lebih repot lagi dalam menjaganya. Iyalah, Anda harus pikirkan juga faktor keamanan. Kata siapa bulan puasa ini kriminalitas di jalan jadi berkurang? Belum tentu lo. Memangnya Anda pikir Anda saja yang merayakan lebaran? Maling-maling itu juga merayakan lebaran lo bersama keluarganya. Saya tahu uang Anda banyak, tapi ngapain juga sih harus bawa banyak-banyak? Uang banyak itu harus disimpan atau diinvestasikan biar bisa lebih berkembang biak, bukannya malah harus dibawa-bawa untuk dibelanjakan semua. Boros Anda nanti.

3. Hati-hat menggunakan kartu-kartu Anda Ada berapa kartu di dompet Anda? Apa saja kartu-kartu itu? KTP? Kartu Mahasiswa? Kartu Keanggotaan Olahraga? Bukan itu yang saya maksud. Yang saya maksud disini adalah kartu-kartu yang Anda gunakan untuk membayar dan mengambil uang. Betul, Kartu Kredit dan Kartu ATM yang biasanya juga berfungsi sebagai Kartu Debit.

Keduanya bisa digunakan untuk berbelanja, dan juga mengambil uang. Saran saya, berhati-hatilah menggunakan kartu-kartu tersebut. Saya tahu beberapa dari Anda memiliki beberapa Kartu Kredit. Saya tahu beberapa dari Anda juga memiliki banyak rekening di sejumlah bank sehingga Anda memiliki beberapa Kartu ATM. Tapi, kartu banyak bukan berarti harus banyak dipakai. Percaya saya bu, saya sering melihat ada orang yang dulunya makmur, tapi akhirnya jatuh karena tidak bisa mengendalikan belanjanya. Setelah dirunut, mereka tergoda untuk berbelanja dan berbelanja karena mereka merasa bahwa kartu mereka banyak. Maklum, bagi beberapa orang, banyaknya kartu yang dimiliki dianggap bisa menaikkan gengsi mereka, sehingga bila mereka sering terlihat memakai kartu-kartunya di pusat-pusat perbelanjaan, gengsi mereka akan terangkat. Padahal, belum tentu keuangan Anda mendukung kan? Apalagi di Bulan Puasa ini dimana Anda masih harus keluar uang lebih banyak untuk kebutuhan Hari Raya. Wah, bisa repot kalau Anda tidak hati-hati menggunakan kartu-kartu Anda.

Bagaimana bapak ibu? Saya harap, bila Anda biasa menunggu waktu buka puasa dengan berjalan-jalan di luar, Anda tidak lagi akan tergoda menghabiskan uang Anda begitu saja untuk membeli barang-barang yang diluar rencana dan belum tentu dibutuhkan. Selamat berpuasa.

                                                        Dikutip dari Tabloid NOVA No. 818/XVI

Ngabuburit

Kata ngabuburit berasal dari bahasa Sunda, artinya kurang lebih menunggu saat berbuka puasa. Padahal kata dasarnya sendiri sesungguhnya tidak ada hubungannya dengan puasa. Burit berarti sore. Ngabuburit berarti menunggu sore, dan tadinya sih tidak harus bulan puasa saja. Karena buka puasa dilakukan di sore hari (maghrib) maka akhirnya ngabuburit pun dipersempit artinya menjadi: menunggu saatnya buka puasa.
Sejak kapan aktivitas ngabuburit mulai dilakukan orang? Tidak ada yang tahu secara pasti. Tapi kemungkinan besar sejak orang berpuasa di bulan Ramadhan, karena kegiatan ini memang  tujuannya untuk perintang-rintang waktu, biar nggak bosen nunggu waktu buka puasa. 
Banyak kegiatan yang dilakukan sebagai pengisi waktu di sore hari alias ngabuburit. Salah satunya misalnya program pesantren kilat yang digelar selama bulan Ramadhan. Kebanyakan memang dilakukan di sore hari. Sambil ngabuburit, sekaligus juga dapat tambahan ilmu keagamaan.
Tapi banyak juga aktivitas ngabuburit yang tidak ada kaitan langsung dengan nuansa keagamaan. Ya, ini sih benar-benar sekedar perintang-rintang waktu. Bisa jalan-jalan, bisa nongkrong di taman kota, baca buku, atau yang lainnya. Silakan pilih sendiri.
Sebetulnya memang tidak ada aturan yang mengatur kegiatan apa saja yang boleh dilakukan pada saat ngabuburit. Hanya saja, jangan sampai kegiatan ngabuburit ini mengurangi nilai ibadah puasa kita. Ngabuburit hanyalah aktivitas tambahan pada saat menjalankan ibadah puasa.Tujuannya agar kita tidak bosen menunggu saat buka puasa. Yang namanya aktivitas tambahan tentu tidak boleh mengalahkan aktivitas utama.
Pernah suatu ketika, di tahun 80-an akhir, digelar satu pertunjukan musik rock di Saparua Bandung, bertajuk Musik Ngabuburit. Saya berharap mendapat tontonan menarik yang benar-benar bisa membuat hati senang, sekaligus barangkali nuansa religius yang lebih terasa. Tapi apa yang saya lihat? Orang bebas makan minum dan merokok tepat di depan hidung orang yang lagi puasa. Banyak juga gadis-gadis yang berpakaian seksi dan menggoda hilir mudik.
Kegiatan utama yang sangat kental aspek religiusitasnya tersisihkan oleh aktivitas sampingan yang masuk hitungan sunat saja nggak, dan bahkan ternyata malah menimbulkan banyak godaan bagi yang sedang puasa. Ini terbalik, dan tentu saja tidak boleh terjadi. Dalam bahasa Sunda, diungkapkan dalam frasa singkat: cul dogdog tinggal igel.
Ngabuburit? Tidak ada yang melarang. Tapi, cari kegiatan ngabuburit yang tidak mengurangi kebaikan puasa kita. Bahkan akan lebih baik jika aktivitas itu justru menambah kebaikan, semangat dan - kalau bisa - pahala puasa kita. Selamat ngabuburit!