Archive for March, 2007


Keeping Your Emotional Health

What is good emotional health?
People who are emotionally healthy are in
control of their thoughts,
feelings and behaviors. They feel good about
themselves and have good
relationships. They can keep problems in
perspective.
It’s important to remember that people who have good emotional
health
sometimes have emotional problems or mental illness. Mental illness
often
has a physical cause, such as a chemical imbalance in the brain. Stress
and
problems with family, work or school can sometimes trigger mental illness
or
make it worse. However, people who are emotionally healthy have learned
ways
to cope with stress and problems. They know when they need to seek help
from
their doctor or a counselor.

What about anger?
People are
sometimes not aware of what causes their anger, how much anger
they are
holding inside or how to express anger. You may be angry about
certain events
or your own or other people’s actions. Also, many little
things can build up
to make you feel that life is unfair.
If you find yourself becoming
increasingly irritable or taking unhealthy
risks (like drinking too much or
abusing drugs), you may have a problem
dealing with anger. It’s very
important to talk with your doctor or a
counselor about getting
help.

Tips on dealing with your emotions
* Learn to express your
feelings in appropriate ways. It’s important to let
people close to you know
when something is bothering you. Keeping feelings
of sadness or anger inside
takes extra energy and can cause problems in your
relationships and at work
or school.
* Think before you act. Emotions can be powerful. But before you
get carried
away by your emotions and say or do something you might regret,
give
yourself time to think.
* Strive for balance in your life. Make time
for things you enjoy. Focus on
positive things in your life.
* Take care
of your physical health. Your physical health can affect your
emotional
health. Take care of your body by exercising regularly, eating
healthy meals
and getting enough sleep. Don’t abuse drugs or alcohol.

What can I do to
avoid problems?
First, notice your emotions and reactions and try to
understand them.
Learning how to sort out the causes of sadness, frustration
and anger in
your life can help you better manage your emotional
health.

How does stress affect my emotions?
Your body responds to
stress by making stress hormones. These hormones help
your body respond to
situations of extreme need. But when your body makes
too many of these
hormones for a long period of time, the hormones wear down
your body — and
your emotions. People who are under stress a lot of are
often emotional,
anxious, irritable and even depressed.
If possible, try to change the
situation that is causing your stress.
Relaxation methods, such as deep
breathing and meditation, and exercise are
also useful ways to cope with
stress.

Can emotional problems be treated?
Yes. Counseling, support
groups and medicines can help people who have
emotional problems or mental
illness. If you have an ongoing emotional
problem, talk to your family
doctor. He or she can help you find the right
type of treatment. (AAFP)

Internet Gratis & Pembahasann aboutt..

huahahhahahahhahahhaa..  hari ini gue seneng banget.. Bisa dapet kos bagus.. harga segitu.. bebas AC dan barang-barang elektronik. Mana deket banget ma jalanan gede.. Jadi ga boross..
udah gituu nehh dapet hotel baguss.. kecuali kamar mandinya yang kacau.. masa untuk mandi penutupnya cuma 1/2. tapi so far lumayan kok.. harga 260 ada swimming pool, tambah bantal gratis and ini ngenet gratisss bokk. jadi betah dah..

cuekkk is the best!! Let’s be yourself and smile… yang penting penilaian dari GOD kok.. Jadi pengen beli buku Who am I?? versi aplikatifnya Timotius Adi Tan dan sapaa itu.. but belumm punya duit.. ini barusan beli 2 buku gt.. sapaa mau nyumbang.. teman-temanku yang tersayang.. hehehehhehehehhehehee

Timbul Seperti Emas

Ayb 23:10 “Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.”
            
Kitab Ayub menjadi salah satu kitab favorit saya, terutama ketika
sedang mengalami pergumulan. Ketika membaca kitab Ayub saya menerima
sebuah kekuatan dan merasa tidak sendirian dalam penderitaan. Seperti
yang dicatat oleh Alkitab, setelah melewati semua penderitaan yang
berat itu pada akhirnya Ayub keluar sebagai pemenang. Salah satu kunci
kemenangan Ayub terletak pada kepercayaannya bahwa ujian yang sedang ia
alami akan menghasilkan sebuah kemurnian karakter dalam dirinya,
seperti yang terjadi pada proses pemurnian emas. Emas yang merupakan
logam mulia melambangkan kemuliaan dan kemurnian. Pernyataan bahwa
krisis (penderitaan) membentuk karakter itu memang benar adanya sebab
itu hal itu telah saya alami sendiri. Semua penderitaan dan kesulitan
yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita pada akhirnya akan membawa
kita pada sebuah posisi yang menempatkan kebahagiaan dan rasa aman
hanya pada Tuhan. Tentunya hal ini akan terjadi bila kita berespon
dengan benar terhadap setiap ujian yang datang. Saya percaya bila anda
mengerti kebenaran ini maka akan membantu anda untuk menang dalam
setiap ujian kehidupan ini.

Salah satu tokoh Alkitab lain yang mengalami penderitaan berat adalah
Yusuf. Yusuf sejak masih muda telah mengetahui bahwa ia telah dipilih
oleh Tuhan untuk menjadi pemimpin tetapi ia tidak menyadari bahwa
sebelum diangkat menjadi pemimpin maka ia harus diproses dahulu oleh
Tuhan.

Sejak masih kecil, Yusuf dimanjakan dan diperlakukan secara khusus oleh
Ayahnya sehingga menyebabkan saudara-saudaranya menjadi iri hati. Oleh
karena itu merupakan hal yang sangat berat bagi Yusuf untuk bekerja
sebagai budak sebab ia sudah terbiasa dimanja oleh Ayahnya. Pilihan
Tuhan kepada Yusuf untuk menjadi pemimpin merupakan sebuah anugerah
tetapi Yusuf harus membayar harga untuk menggenapi panggilan tersebut.
Yusuf membayar harga dengan melewati sebuah masa persiapan selama
belasan tahun melalui penderitaan untuk membentuk karakternya.
Merupakan sebuah anugerah bila Tuhan memilih kita untuk melayaniNya
tetapi kita juga harus mengambil bagian untuk membayar harganya. Ada
harga yang harus dibayar bila kita ingin dipakai oleh Tuhan secara luar
biasa untuk mengubah dunia ini.

Pada satu hari ketika sedang diskusi dengan seorang sahabat yang juga
rekan doa, saya berkata sepertinya bila Tuhan ingin memakai seseorang
maka Ia akan mengambil semua sumber yang memberi rasa aman dan berharga
kepada orang tersebut sebelum Ia memakainya agar orang itu belajar
meletakkan rasa aman dan keberhargaannya kepada-Nya. Bila kita
meletakkan rasa aman kita pada pekerjaan maka Ia akan mengijinkan kita
mengalami krisis dalam area tersebut.
Bila kita meletakkan rasa aman pada uang maka Ia akan mengijinkan kita
mengalami krisis keuangan. Bila kita meletakkan rasa aman pada hubungan
dengan orang lain maka Ia akan mengijinkan kita mengalami krisis
hubungan. Tuhan akan mengijinkan rasa sakit yang begitu rupa dalam
bidang dimana kita memerlukan pelepasan. Semua berhala harus
dihancurkan bila kita ingin dipakai oleh Tuhan untuk kemuliaan-Nya.

Ketika Allah
meletakkan sebuah panggilan atau visi dalam kehidupan kita maka
panggilan itu benar-benar bersifat adikodrati. Panggilan tersebut tidak
dapat digenapi dengan kekuatan, sumber atau kesanggupan kita sendiri.
Oleh karena itu Tuhan harus memperbesar dan meregangkan kapasitas kita
melampai batas kenyamanan kita. Bahkan bisa jadi semuanya akan tampak
semakin memburuk sebelum akhirnya membaik tetapi tidak ada yang salah
dengan semua itu sebab itu merupakan proses dari Allah. Akibat begitu
beratnya proses yang harus dilalui, banyak orang yang tidak sabar dalam
menjalani proses tersebut sehingga visi yang mereka kandung gugur
sebelum digenapi.

Proses pembentukkan Kristus dalam diri kita memang melibatkan salib dan
kesakitan. Sesuatu yang baru dan kudus sedang dibangun didalam diri
kita dan kita tidak akan melalui proses tersebut tanpa diperbesar,
diregangkan dan ditekan melampaui batas kemampuan kita. Namun janganlah
putus asa dan menghentikan proses itu sebab ada upah besar yang menanti
di ujung proses tersebut. Tuhan sedang merancangkan sebuah tingkat
kemenangan dan kemuliaan yang baru kepada anda sehingga setelah proses
itu selesai maka anda akan menerima sebuah kasih, kuasa dan sukacita
yang baru.

Percayalah, jika Tuhan menguji anda maka anda akan timbul seperti emas!

TANGAN KUAT YANG MEMEGANGKU


SAAT KU SENDIRI TIADA SEORANGPUN
YANG MEMPERHATIKANKU SEPERTI KAU TUHAN
SAAT KU BERJALAN DALAM LEMBAH KELAM
KU PERCAYA KAU S’LALU SERTAKU

TANGAN KUAT YANG MEMEGANGKU S’LALU MENUNTUNKU
KU TAK MAU JALAN SENDIRI
YESUS KU PERLU KASIH-MU, KU PERLU KUASA-MU
SAMPAI AKHIR HIDUPKU

by : Afen Herdiyanto

Mengapa Tuhan Mengijinkan Kita Kecewa?

Saya menemukan banyak orang kristen yang mundur sebab mereka mengalami
kekecewaan dalam hidup mereka. Mereka kecewa terhadap saudara seiman,
pemimpin rohani bahkan kecewa kepada Tuhan. Kekecewaan merupakan hal
yang wajar dalam kehidupan ini, malah sebenarnya kekecewaan itu
dibutuhkan bagi pertumbuhan rohani kita. Kasih yang terbesar tumbuh
dalam tanah kekecewaan yang tak tertahankan terhadap kehidupan ini.

Setiap kali kita merasa kecewa terhadap sesuatu sebenarnya kita telah
menggantungkan kebahagiaan kita kepada hal yang mengecewakan kita. Jika
kita tidak meletakkan kebahagiaan pada seseorang maka kita tidak akan
bisa kecewa dengan orang itu. Seorang suami/isteri kecewa dengan
pasangannya sebab dia menggantunggkan kebahagiaannya pada pasangannya
tersebut. Tatkala kita menggantungkan kebahagiaan kita pada seseorang
maka kita menuntut orang itu melakukan sesuatu agar dapat membahagiakan
kita, dan bila orang tersebut tidak melakukannya maka kita menjadi
kecewa. Sebenarnya kekecewaan hanya menunjukkan bahwa masih ada berhala
dalam hidup kita yang perlu dirubuhkan. Orang yang masih bisa merasa
kecewa sebenarnya masih hidup dalam sebuah ilusi. Yesus tidak merasa
kecewa meskipun para muridNya meninggalkan-Nya saat Dia sedang
menderita di atas kayu salib sebab Yesus hidup dalam realita. Bahkan
Yesus tidak kecewa terhadap Petrus yang menyangkal-Nya tiga kali, malah
sebaliknya Ia yang mencari Petrus dan mengajaknya untuk kembali
mengikuti-Nya.

Dalam menjalani
proses pendewasaan menjadi serupa karakter Kristus, kita tidak bisa
menghindar dari kekecewaan. Kekecewaan pasti akan terjadi sebab akibat
natur dosa yang kita bawa menyebabkan kita cenderung meletakkan
kebahagiaan kita di luar Tuhan. Respon kita menghadapi kekecewaan
sangat penting sebab hal itu akan menentukan apakah kita akan naik atau
turun. Milikilah sikap yang positif dan bersyukur saat menghadapi
kekecewaan sebab hal itu pasti akan menyebabkan kita menjadi naik.
Rajawali tidak takut dengan badai tetapi ia justru terbang semakin
tinggi saat badai datang. Orang kristen yang memiliki iman sejati akan
semakin kuat saat badai kehidupan datang menerpanya.

Satu hari Tuhan mengijinkan saya kehilangan seseorang yang sangat saya
kasihi sehingga saya sangat kecewa dan hati saya serasa mau mati.
Malamnya saya bermimpi melihat sebuah makam dengan batu nisan yang
bertuliskan nama saya. Lewat mimpi tersebut Tuhan hendak berbicara
bahwa Ia mengijinkan hal itu untuk mematikan keakuan saya. Proses
pengosongan memang sangat menyakitkan tetapi tanpa pengosongan tidak
akan ada pengisian. Kita harus semakin kecil dan Kristus harus semakin
besar. Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup,
melainkan Kristus yang hidup di dalam aku (Gal 2:20a). Mengatakan atau
menghafalkan ayat ini tidak sukar tetapi untuk mengalaminya sangat
sukar. Biarlah kita semua boleh mengalami Kristus hidup di dalam diri
kita!

Why does love hurt?

Pertanyaan ketiga ternyata membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk ditulis, sejak saya menulis tentang pertanyaan kedua. Inilah pertanyaan ketiga yang ditanyakan oleh para siswa SMU yang disurvey tersebut. “Why does love hurt?”

Dengan penuh hormat dan tanpa prasangka buruk, bolehkah saya menduga bahwa cinta yang menyakitkan bagi kebanyakan remaja belasan tahun itu adalah kisah cinta remaja-remaji. Ketika mata mereka bertaut pada seorang gadis manis, juara kelas, primadona sekolah, anggota cheerleaders, senyumnya menawan (atau pada seorang pemuda tampan, juara kelas, pemain basket, body six-pack, anggota band yang terkenal, dll) – maka bergejolaklah suatu perasaan aneh yang membuat semua manusia bingung. Perasaan itu namanya ‘jatuh cinta’ atau ‘fall in love’.  Lalu dengan semangat ’45 berjuanglah kita untuk mendapatkan dia yang kita cintai. Dan ketika cinta kita ditolak, maka berakhirlah kisah cinta kita dalam tragedi “cinta yang pahit”. Episode berakhir dengan memilukan dan dengan kesimpulan: “Cinta itu Menyakitkan”.

Yang menarik. Pernah ngga kita berpikir? Apakah perasaan jatuh cinta itu layak disebut cinta? Kita sama sekali ngga berbuat apa-apa, berusaha atau berkorban untuk ‘jatuh cinta’. Perasaan itu datang tanpa diundang dan tanpa usaha. Dan ketika kita berusaha untuk mengejar yang kita ‘cintai’, tidak lain adalah karena kita memikirkan kebahagiaan kita sendiri. Kita membayangkan betapa bahagianya kita (baca: AKU) kalau bisa jadian sama si ini atau si itu. Persepsi kita ketika membayangkan kita mencintai seseorang adalah karena kita mencintai diri sendiri. Kita mencintai dia karena dia cakep, baik, pinter, membanggakan, dll – hakekatnya semua untuk kepentingan kita sendiri. Sama seperti ketika, katakan kita melihat sebuah baju bagus, dan tertarik untuk membelinya. Kita berusaha untuk menabung (baca: berkorban) untuk memiliki baju itu. Apakah kita mencintai baju itu? Ya, kan..makanya rela berkorban. Tapi tentu kita ingin memiliki baju itu untuk kebahagiaan kita sendiri. Jadi, jatuh cinta itu juga cuma perasaan sekedar pengen punya sesuatu? Dan ketika kita gagal (untuk memperoleh apa yang kita ingini) itu, maka kita menyimpulkan cinta itu menyakitkan.

Jatuh cinta itu misteri. Bahkan ilmu psikologi modern mengakui sulit untuk menyelami perasaan jatuh cinta itu. Kata peribahasa Cina “Bahkan para dewa pun iri pada manusia karena mereka tidak memiliki perasaan jatuh cinta.” Perasaan itu memang menyenangkan, hanya ketahuilah kesemuan perasaan jatuh cinta tersebut.

So….cinta itu palsu belaka? Beserta dengan semua kesakitannya? Kelihatannya cinta sejati itu ada. Dan lebih menyakitkan lagi dari kisah jatuh cinta di atas. Cinta sejati merasa sakit, bukan karena dia tidak memperoleh apa yang dia ingini, tetapi karena dia mencintai sampai merasa sakit. Hmm…jadi persis seperti kata Bunda Theresa, jika engkau mencintai, cintailah sampai engkau sakit. Cinta yang tulus, yang dipaparkan dalam sepenggal puisi Gibran.

Cinta akan memahkotai dan menyalibkanmu
Menumbuhkan dan memangkasmu
Mengangkatmu naik, membelai ujung-ujung rantingmu yang gemulai dan membawanya ke matahari
Tapi cinta juga akan mencengkeram, menggoyang akar-akarmu hingga tercerabut dari bumi
Bagai seikat gandum ia satukan dirimu dengan dirinya
Menebahmu hingga telanjang
Menggerusmu agar kau terbebas dari kulit luarmu
Menggilasmu untuk memutihkan
Melumatmu hingga kau menjadi liat
Kemudian ia membawamu ke dalam api sucinya, hingga engkau menjadi roti suci perjamuan kudus bagi Tuhan.

********
Singapura, Maret 2007
Thank you Jesus, I am still alive.
Thank you for the love I don’t deserve.

  from Glorianet.org