Ini Waktu Perubahan
Waktu - waktu ini
adalah waktu perubahan yang sangat cepat. Percepatan semakin meningkat
dalam segala hal. Hal - hal datang dan pergi begitu cepat.
Kegerakan-kegerakan yang baru sedang muncul, yang lama sedang berlalu.
Bentuk-bentuk penyembahan dan doa yang kreatif, dinamis dan eksplosif
sedang muncul seiring dengan zaman yang sedang berubah.
Hari - hari ini mungkin diantara kita ada yang dikejutkan dengan
kepulangan dari beberapa orang yang kita kasihi dalam waktu yang
berdekatan / relatif singkat. Begitu pula dengan cuaca yang seakan
tidak bersahabat lagi. Hujan dan panas silih berganti seakan tidak lagi
ada batas yang jelas musim panas dan musim hujan. Wabah-wabah penyakit
pun seperti memiliki pasukannya tersendiri. Ada wabah flu burung, ada
wabah demam berdarah, dan penyakit lainnya. Perubahan dan percepatan
sedang terjadi.
Perubahan adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Perubahan bisa terjadi secara positif maupun negatif dalam hidup kita.
Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang
tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang
adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambarNya, dalam
kemuliaan yang semakin besar. (2 Kor. 3:18)
Setiap orang yang menginginkan menjadi serupa dengan gambarNya perlu menyadari satu kata kunci yang penting ini, yaitu Perubahan.
Setiap orang yang ingin masuk dalam kemuliaan Tuhan yang lebih besar, tidak bisa tidak harus mengalami yang disebut Perubahan.
Suka atau tidak suka, siap atau tidak siap, Perubahan sedang Tuhan lakukan.
Ada 3 kata Yunani yang menjelaskan arti pertobatan sejati :
1. Metanoeo, kata ini menunjuk kepada PERUBAHAN PIKIRAN (Mat. 3:2).
2. Metanolomae, kata ini menunjuk kepada PERUBAHAN HATI (Mat. 21:30).
3. Metanoia, kata ini berarti PERUBAHAN LANGKAH / JALAN HIDUP.
Pertobatan Sejati meliputi tiga perubahan diatas dan dimulai dari perubahan Paradigma, Hati dan akhirnya terjadi perubahan hidup. Perubahan itu dimulai dari dalam ke luar, bukan sebaliknya.
Ini yang diinginkan Tuhan yaitu seluruh kehidupan kita berubah
menjadi serupa dengan gambaranNya. Ini adalah tujuan awal penciptaan (Kej. 1:26-27). Dan….PERUBAHAN adalah kata kuncinya.
Waktu Tuhan melakukan perubahan dalam hidup kita, ada 3 respons terhadap perubahan tersebut :
1. Tidak berubah sama sekali, dan terus berlanjut dengan cara lama yang aman dan menyenangkan karena semuanya terkendali, takut membayar harga.
2. Berusaha untuk kompromi, berusaha berada di dua perahu.
Ini adalah resep kehancuran. Ingin berubah tapi tetap mempertahankan
yang lama. Hal yang paling membuat frustasi ialah mengerjakan hal yang
baru dengan kuasa yang lama
3. Mempersiapkan diri untuk berubah, disinilah keterbukaan
dan kesiapan kita untuk membayar harga dengan menghadapi semua
kemungkinan resiko yang bisa saja timbul yang diakibatkan oleh
perubahan tersebut.
Sebuah keluarga mengadopsi seorang anak laki-laki dari pembantu
yang telah lama bekerja bersama keluarga ini. Dari TK hingga SMU anak
ini disekolahkan. Ditengah perjalanan hidup anak ini, ia bertemu dengan
Yesus dan menjadikanNya sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya.
Perubahan segera terlihat. Wajah menjadi cerah dan sifat takut, bahkan
takut untuk menyeberang jalan rayapun hilang. Lebih dari itu, ia
dipenuhi oleh Roh Kudus dan dapat berbahasa roh. Entah apa yang
terjadi, sewaktu di bangku SMU kelas 1, tiba-tiba perubahan yang
mencolok terjadi dalam diri anak ini. Orang tua adopsi anak ini
dipanggil ke sekolah karena ada keributan yang dilakukan anak ini. Ia
menjadi pendiam dengan sorot mata yang hampa. Ia mulai merokok. Makin
lama hidupnya tidak karuan. Akhirnya ia kabur dari rumah orang tua
angkatnya. Terakhir kali kami bertemu dengan anak ini, ia sudah menjadi
pemulung dengan baju yang compang camping, bau tidak sedap dari
tubuhnya, kuku-kuku kaki dan tangan yang tidak terurus dan makan
makanan yang berasal dari tempat sampah.
Anak ini telah memilih respons yang ke dua, ingin berubah tetapi
tetap berjalan dalam cara hidup yang lama. Akibatnya hal ini
mendatangkan kehancuran dalam hidupnya.
Anggur yang baru tidak dapat ditempatkan dalam kantong anggur yang
lama. Anggur baru harus ditempatkan dalam kantong anggur yang baru
pula. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam
kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak
sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur
yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan
demikian terpeliharalah kedua-duanya. (Mat. 9:17).
Mari kita belajar dari orang Yahudi bagaimana mereka memperbaharui
kantong anggur lama mereka supaya dapat menerima anggur baru
kedalamnya. Ada 2 hal yang mereka lakukan terhadap kirbat yang lama:
1) Perendaman. Kirbat lama akan direndam dalam air sampai
menjadi lembut. Sedemikianlah hidup kita perlu dipenuhi dalam Firman
Tuhan yang dilambangkan dengan air. Firman akan membersihkan dan
membaharui pikiran kita setiap hari. Hati kita menjadi seperti secarik
kertas putih polos yang belum ditulisi apapun, sedemikian lembutnya
hingga siap menerima perkara yang baru dari Tuhan. Firman akan mulai
menginstall program pemikiran yang baru kedalam pikiran kita.
Selanjutnya, program baru harus diterima dan mulai dipraktekkan dalam
kehidupan sehari-hari.
2) Pengolesan. Pengolesan dengan minyak membuat kirbat
tidak hanya lembut namun menjadi elastis. Artinya mudah mengikuti
pergerakan fermentasi anggur yang baru. Elastisitas dan fleksibilitas
membuat kita mudah bergerak ke arah baru yang Tuhan pimpin. Ini adalah
kunci kemenangan dan terobosan. Diolesi dengan minyak mempersiapkan
kita untuk menerima kejutan-kejutan dari Tuhan.
Yuni dan Ulung adalah dua orang sahabat yang bekerja di pabrik yang
sama. Suatu hari mereka mengalami kejenuhan dalam pekerjaan. Sementara
itu Yuni mengubah irama hidupnya. Ia minta kepada bosnya untuk pindah
ke posisi baru di level yang sama. Tiap minggu ia kursus bahasa
inggris. Ia juga banyak membaca buku psikologi pengembangan diri sampai
buku-buku keagamaan. Dua tahun kemudian mereka bertemu kembali. Ulung
telah bekerja di pabrik lain dengan pola pikir lama. Sementara Yuni
telah banyak berubah. Dua bulan sebelumnya, ia dinobatkan sebagai
karyawan terbaik, diangkat menjadi manajer, mendapat banyak fasilitas
jabatan bahkan sudah punya rumah dan pacar baru. Jadilah seperti Yuni
dan jangan contoh Ulung yang tidak sehebat namanya!
Perubahan belumlah merupakan perubahan tanpa adanya perubahan.
Hanya orang sudah diubahkan hidupnya yang akan mengubah dunia ini.
Selamat berubah!