Archive for November, 2007


Hehhehehehhee

Hehehhehheee.. Pagii2 brother gue telp.. ngucapin met ultah.. yahhh as usual nawar2in mau kado apaanlah.. begini begitu.. gue seh ga pengen kado jujur aja.. pgnnya doa aja biar apa yang aku cita2in terkabull.. kayanya musti harus banyak konsen belajar… denger kata2nya biar cita2 gue terkabul, bikin gue nangis.. jujur gue orang yang ga gampang nangis atau terharu atas ucapan orang laen. karena emang kenyataannn.. jarang orang yang tulus.. nangis mungkin karena itu yang ada dalam hatiku selama ini.. Yang aku tau Tuhanku yang terkasih mengetahuinya..

He said to me ayat yang buat gue sampe saat ini teringat-ingat terus,"Bukan dengan keperkasaan atau dengan kekuatan, melainkan dengan Roh-Ku" Ini yang harus aku pegang di usiaku yang ke-24.. Kembali aku teringat masa-masa aku kenal dengan Tuhan secara sungguh-sungguh di taon 2000. Dia dan Ana yang buat gue kenal bener-bener ma God, juga akhirnya mutusin untuk baptis ma Bpk. Suryadi 13 Agustus 2000.

Kemaren GKA Jogja pindah ke Saphir Square.. Bokap hari ini ke gereja jam 11.. Puji Tuhan.. Makasih yahhh God.. GKA sungguh luar biasa di usianya yang ke-8 udah punya radio sendiri, tempat sendiri di Saphir yang dia beli dan juga siaran televisi sendiri..

Trus sore ke tempat tanteku.. Hiks gigi ada yang tumbuh lagi.. anehh bener kejadiannya.. Omku gue tanyain, dia berkata,"Tanya aja ma Tuhan" Gile aneh banget rasanya waktu dia berkata dan waktu aku menatap gambar Tuhan yang gede banget.. Membawa suatu rasa yang berbeda dalam hatiku.. Om selalu saat teduh, menggumuli firman dengan benar-benar. dari English version ke Indonesian versionnya dia pelajari semua. Bener2 orang Katolik yang taat. Waktu aku dulu di tempatnya, kita sering diskusi tentang banyak hal, di rumahnya secara jujur merasa bener-bener deket ma Tuhan. Dari dia aku juga belajar untuk tidak mempercayai dengan mudah sekalipun orang itu orang yang tampaknya suci.

 

Hari ini semuanya juga terkuak.. Semua yang udah kuduga-duga selama ini benar adanya. Tapi tak mengapa.. Aku tau Tuhan udah menyediakan yang terbaek  buat gue..  Kejadian yang tempo hari udah buktiin kok klo God tidak akan menahan segala sesuatu yang terbaik untuk orang yang hidupnya benar dihadapanNya.. Makasihh yahh Tuhanku… Kekasih hatiku…

Thanks

Thanks yahh temen2 buat ucapannya.. buat temen2 gue di Jogja yang sampe saat ini ga pernah ngelupain gue… thx atas ucapan di friendster baik berupa comment, message juga sms secara personal. Nyoto… U buat terharu aja dah.. ternyata meski kau disana dan aku disini, lu ga melupain gue.. Ko Her, makasih yah atas ucapannya..Lu udah kasih teladan buat gue, ngajarin gue bagaimana bersikap benar. Sukses buat karir dan terus maju dalam Tuhan..  Inge and Kenny makacihh yaa.. gue kirain udah ngelupain gue… hikss… halah.. Moga kalian selalu diberkati ma Tuhan, terus sukses dalam karir and cinta. Ron, thx buat smsnya.. Masih inget yahh ma gue.. hahahhahahahhahaa… Buat Esther Sasmita, thx yaa buat persahabatan kita.. Sukses di Natasha.. tambah cantexx yaaa………..gmn anak bimbinganmu di youth?? :)
Buat Eshuteru San, Olive, Cipto, Harry, Steven, Lisa, Okky, Fido.. thx atas ucapannya.. God bless..

6 Batu Ujian Cinta

Bagaimana kami tahu bahwa cinta kami cukup dalam untuk menghantar kami ke arah berdampingan seumur hidup, menuju kepada kesetiaan yang sempurna?

Bagaimana kami dapat yakin bahwa cinta kami ini cukup matang untuk diikat sumpah nikah serta janji untuk berdampingan seumur hidup sampai maut memisahkan?

Pertama, Ujian untuk merasakan sesuatu bersama.

Cinta sejati ingin merasakan bersama, memberi, mengulurkan
tangan.Cinta sejati memikirkan pihak yang lainnya, bukan memikirkan diri sendiri. Jika kalian membaca sesuatu, pernahkah kalian berpikir, aku ingin membagi ini bersama sahabatku?
Jika kalian merencanakan sesuatu,adakah kalian hanya berpikir tentang apa yang ingin kalian lakukan, ataukah apa yang akan menyenangkan pihak lain?
Sebagaimana Herman Oeser, seorang penulis Jerman pernah mengatakan, "Mereka yang ingin bahagia sendiri,janganlah kawin. Karena yang penting  dalam perkawinan ialah membuat pihak yang lain bahagia. Mereka yang ingin dimengerti pihak yang lain, janganlah kawin. Karena yang penting di sini ialah mengerti pasangannya. Maka batu ujian yang pertama ialah:
"Apakah kita bisa sama-sama merasakan sesuatu?
Apakah aku ingin menjadi bahagia atau membuat pihak yang lain
bahagia?"

Kedua, Ujian kekuatan.

Saya pernah menerima surat dari seorang yang jatuh cinta, tapi sedang risau hatinya. Dia pernah membaca entah di mana, bahwa berat badan seseorang akan berkurang kalau orang itu betul-betul jatuh cinta. Meskipun dia sendiri mencurahkan segala perasaan cintanya, dia tidak kehilangan berat badannya dan inilah yang merisaukan hatinya. Memang benar, bahwa pengalaman cinta
itu juga bisa mempengaruhi keadaan jasmani. Tapi dalam jangka panjang cinta sejati tidak akan menghilangkan kekuatan kalian; bahkan sebaliknya akan memberikan kekuatan dan tenaga baru pada kalian. Cinta akan memenuhi kalian dengan kegembiraan serta membuat kalian kreaktif, dan ingin menghasilkan lebih banyak lagi.
Batu ujian kedua:
"Apakah cinta kita memberi kekuatan baru dan memenuhi kita dengan tenaga kreaktif, ataukah cinta kita justru menghilangkan kekuatan dan tenaga kita?"

Ketiga, Ujian penghargaan.

Cinta sejati berarti juga menjunjung tinggi pihak yang lain. Seorang
gadis mungkin mengagumi seorang jejaka, ketika ia melihatnya bermain bola dan mencetak banyak gol. Tapi jika ia bertanya pada diri sendiri, "apakah aku mengingini dia sebagai ayah dari anak-anakku? ", jawabnya sering sekali menjadi negatif. Seorang pemuda mungkin mengagumi seorang gadis, yang dilihatnya sedang berdansa. Tapi sewaktu ia bertanya pada diri sendiri, "apakah aku mengingini dia sebagai ibu dari anak-anakku? ", gadis tadi mungkin akan berubah dalam pandangannya.
Pertanyaannya ialah: "Apakah kita benar-benar sudah punya penghargaan yang tinggi satu kepada yang lainnya?
Apa aku bangga atas pasanganku?"

Keempat, Ujian kebiasaan.

Pada suatu hari seorang gadis Eropa yang sudah bertunangan datang pada saya.
Dia sangat risau, "Aku sangat mencintai tunanganku," katanya, "tapi
aku tak tahan caranya dia makan apel." Gelak tawa penuh pengertian
memenuhi ruangan.
"Cinta menerima orang lain bersama dengan kebiasaannya. Jangan kawin berdasarkan paham cicilan, lalu mengira bahwa kebiasaan-kebiasaan itu akan berubah di kemudian hari. Kemungkinan besar itu takkan terjadi. Kalian harus menerima pasanganmu sebagaimana adanya beserta segala kebiasaan dan kekurangannya.
Pertanyaannya: "Apakah kita hanya saling mencintai atau juga saling
menyukai?"

Kelima, Ujian pertengkaran .

Bilamana sepasang muda mudi datang mengatakan ingin kawin, saya selalu menanyakan mereka, apakah mereka pernah sesekali benar-benar bertengkar - tidak hanya berupa perbedaan pendapat yang kecil, tetapi benar-benar bagaikan berperang. Seringkali mereka menjawab, "Ah, belum pernah, pak, kami saling mencintai." Saya katakan kepada mereka, "Bertengkarlah dahulu - barulah akan kukawinkan kalian." Persoalannya tentulah, bukan pertengkarannya, tapi kesanggupan untuk saling berdamai lagi.
Kemampuan ini mesti dilatih dan diuji sebelum kawin. Bukan seks, tapi batu ujian pertengkaranlah yang merupakan pengalaman yang "dibutuhkan" sebelum kawin.
Pertanyaannya: "Bisakah kita saling memaafkan dan saling mengalah?"

Keenam, Ujian waktu.

Sepasang muda mudi datang kepada saya untuk dikawinkan. "Sudah berapa lama kalian saling mencintai?" tanya saya. "Sudah tiga, hampir empat minggu," jawab mereka. Ini terlalu singkat. Menurut saya minimum satu tahun bolehlah.
Dua tahun lebih baik lagi. Ada baiknya untuk saling bertemu, bukan
saja pada hari-hari libur atau hari minggu dengan berpakaian rapih, tapi juga pada saat bekerja di dalam hidup sehari-hari, waktu belum rapi, atau cukur, masih mengenakan kaos oblong, belum cuci muka, rambut masih awut-awutan, dalam suasana yang tegang atau berbahaya. Ada suatu peribahasa kuno, "Jangan kawin sebelum mengalami musim panas dan musim dingin bersama dengan pasanganmu."
Sekiranya kalian ragu-ragu tentang perasaan cintamu, sang waktu akan memberi kepastian. Tanyakan: "Apakah cinta kita telah melewati musim panas dan musim dingin?
Sudah cukup lamakah kita saling mengenal?"

Mujizat itu Nyata

Mungkin agak janggal yahh kedengarannya, tapi itu yang terjadi dalam kehidupanku. Jujur dalam hidup ini banyak hal yang kadang-kadang menyesakkan dada dan buat aku cukup-cukup sakit hati. Sering aku bertemu orang, ditolong bukannya berterima kasih tapi malah menjelek-jelekkan dan menghancurkan. Sakit banget rasanya. Kadang semuanya tak terungkapkan namun terpendam dalam.

Banyak hal yang terjadi. Bantuin orang dikira ngapain-ngapain gt. Trus di tempat kerja beberapa kali nasabah gue direbut dan gue tidak berdaya sama sekali. Puluhan juta melayang. Waktu pembukaan juga ada rekayasa hal-hal yang tidak beres. Setiap hari hanya salah dan salah, dimarahi nasabah. Banyak nasabah yang batal karena harinya masih lama, salah paham dan hal-hal yang lain. Jujur hati ga bisa nerima dan berkeluh kesah. Hal itu ga membantu sama sekali yang dipikir bantuin malah nusuk dari belakang.

Hari-hari ini doaku mulai terjawab. Mulai dari komitmen untuk ngalah dan ga ikut-ikutan buat mengurusi ketidak adilan dan cari terus. Juga kasih kesempatan mereka buat memilih. Akhirnya ratusan juta mulai mengalir. Minggu ini lebih lagi.. Dollar pun mengalir juga dengan derasnya… God.. tHx a lot ya.. Aku merelakan $1,000 tapi Kau kasih aku $22,900.. Aku merelakan puluhan juta ilang tapi Kau gantikan dengan Rp.650.000.000 lebih… hingga targetku udah tercapai secara luar biasa … Mungkin aku belum terangkat dan jujur mungkin aku bisa minta itu, tapi aku memilih untuk mengucap syukur. Setidaknya aku dikasih kesempatan untuk bekerja dan trial and error disana.

NOVEMBER… KAU MEMANG SELALU MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN YANG BESAR BUATKU.. BANYAK DOA YANG TERJAWAB DI BULAN INI.. AKU JUGA PERCAYA KOK DOA-DOAKU YANG MUSTAHIL PUN AKAN TERJAWAB BULAN INI !!

BEDA ANTARA CINTA DAN COCOK

Salah satu alasan paling umum mengapa kita menikah
adalah karena cinta –cinta romantik, bukan cinta
agape, yang biasa kita alami sebagai prelude ke
pernikahan. Cintalah yang meyakinkan kita untuk
melangkah bersama masuk ke mahligai pernikahan.

Masalahnya adalah, walaupun cinta merupakan suatu daya
yang sangat kuat untuk menarik dua individu, namun ia
tidak cukup kuat untuk merekatkan keduanya.

Makin hari makin bertambah keyakinan saya bahwa yang
diperlukan untuk merekatkan kita dengan pasangan kita
adalah kecocokan, bukan cinta.

Saya akan jelaskan apa yang saya maksud.

Biasanya cinta datang kepada kita ibarat seekor
burung yang tiba- tiba hinggap di atas kepala kita.
Saya menggunakan istilah "datang" karena sulit sekali
(meskipun mungkin) untuk membuat atau mengkondisikan
diri mencintai seseorang.

Setelah cinta menghinggapi kita, cinta pun mulai
mengemudikan kita ke arah orang yang kita cintai itu.
Sudah tentu kehendak rasional turut berperan dalam
proses pengemudian ini.
Misalnya, kita bisa menyangkal hasrat cinta karena
alasan-alasan tertentu. Tetapi, jika tidak ada
alasan-alasan itu,
kita pun akan menuruti dorongan cinta dan berupaya
mendekatkan diri dengan orang tersebut.

Cinta biasanya mengandung satu komponen yang umum
yakni rasa suka.

Sebagai contoh, kita berkata bahwa pada awalnya kita
tertarik dengan gadis atau pria itu karena sabarannya,
kebaikannya menolong kita, perhatiannya yang besar
terhadap kita, wajahnya yang cantik atau sikapnya yang
simpatik, dan sejenisnya. Dengan kata lain, setelah
menyaksikan kualitas tersebut di
atas timbullah rasa suka terhadapnya sebab memang
sebelum kita bertemu dengannya kita sudah menyukai
kualitas tersebut. Misalnya, memang kita mengagumi
pria yang sabar, memang kita menghormati wanita yang
lemah lembut, memang kita mengukai orang yang rela
menolong orang lain dan seterusnya.

Jadi, rasa suka muncul karena kita menemukan yang kita
sukai pada dirinya.

Saya yakin cinta lebih kompleks dari apa yang telah
saya uraikan.

Namun khusus untuk pembahasan kali ini,saya membatasi
lingkup cinta hanya pada unsur suka saja. Cocok dan
suka tidak identik namun sering dianggap demikian.
Saya berikan contoh.

Saya suka rumah yang besar dengan taman yang luas,
tetapi belum tentu saya cocok tinggal di rumah yang
besar seperti itu. Saya tahu saya tidak cocok tinggal
di rumah sebesar itu sebab saya bukanlah tipe orang
yang rajin membersihkan dan memelihara taman (yang
dengan cepat akan bertumbuh kembang menjadi hutan).
Itulah salah satu contoh di mana suka tidak sama
dengan cocok.
Contoh yang lain. Rumah saya kecil dan cocok dengan
saya yang
berjadwal lumayan sibuk dan kurang ada waktu
mengurusnya.

Namun saya kurang suka dengan rumah ini karena bagi
saya, kurang besar (tamannya). Pada contoh ini kita
bisa melihat bahwa cocok berlainan dengan suka. Pada
intinya, yang saya sukai belum tentu cocok buat saya;
yang cocok dengan saya belum pasti saya sukai.
Sekarang kita akan melihat kaitannya dengan pemilihan
pasangan hidup.

Tatkala kita mencintai seseorang, sebenarnya kita
terlebih dahulu menyukainya, dalam pengertian kita
suka dengan ciri tertentu pada dirinya. Rasa suka yang
besar (yang akhirnya berpuncak pada cinta) akan
menutupi rasa tidak suka yang lebih kecil dan — ini
yang penting — cenderung menghalau
ketidakcocokan yang ada di antara kita. Di sinilah
terletak awal masalah.

Ini yang acap kali terjadi dalam masa berpacaran.

Rasa suka meniup pergi ketidakcocokan di antara kita,
bahkan pada akhirnya kita beranggapan atau berilusi
bahwa rasa suka itu identik dengan kecocokan. Kita
kadang berpikir atau berharap,"Saya menyukainya,
berarti saya (akan) cocok dengannya." Salah besar!

Suka tidak sama dengan cocok; cinta tidak identik
dengan cocok!

Alias, kita mungkin mencintai seseorang yang sama
sekali tidak cocok dengan kita.

Pada waktu Tuhan menciptakan Hawa untuk menjadi istri
Adam, Ia menetapkan satu kriteria yang khusus dan ini
hanya ada pada penciptaan istri manusia, yakni, "Aku
akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan
dia."

Kata "sepadan" dapat kita ganti dengan kata "cocok."
Tuhan tidak hanya menciptakan seorang wanita buat Adam
yang dapat dicintainya, Ia sengaja menciptakan seorang
wanita yang cocok untuk Adam.

Tuhan tahu bahwa untuk dua manusia bisa hidup bersama
mereka harus cocok.
Menarik sekali bahwa Tuhan tidak mengagungkan cinta
(romantik) sebagai prasyarat pernikahan. Tuhan sudah
memberi kita petunjuk bahwa yang terpenting bagi suami
dan istri adalah kecocokan. Ironisnya adalah, kita
telah menggeser hal esensial yang Tuhan tunjukkan
kepada kita dengan cara mengganti kata "cocok" dengan
kata "cinta." Tuhan menginginkan yang terbaik
bagi kita; itulah sebabnya Ia telah menyingkapkan
hikmat-Nya kepada kita.

Sudah tentu cinta penting, namun yang terlebih penting
ialah, apakah ia cocok denganku?

Saya teringat ucapan Norman Wright, seorang pakar
keluarga di Amerika Serikat, yang mengeluhkan bahwa
dewasa ini orang lebih banyak mencurahkan waktu untuk
menyiapkan diri memperoleh surat ijin mengemudi
dibanding dengan mempersiapkan diri untuk memilih
pasangan hidup. Saya kira kita telah termakan oleh
motto, "Cinta adalah segalanya," dan melupakan fakta
di
lapangan bahwa cinta (romantik) bukan segalanya.

Jadi, kesimpulannya ialah, cintailah yang cocok dengan
kita!

Teman-teman ini saya juga berikan sebuah doa untuk
menemukan pasangan hidup yang tepat dan cocok,doa ini
sangat indah semoga juga bisa memberikan kesadaran
bahwa semua itu akan kita kembalikan kepada Sang
Empunya Kehidupan. ini saya buat dua versi yang bisa
digunakan sesuai jenis kelamin dan kebutuhan teman2.
Jika artikel dan doa ini Anda rasa berguna…berikan
kepada mereka yang membutuhkan dan yakinlah niat baik
Anda pasti tidak akan pernah sia-sia… semoga
bermanfaat

Wise thoughts on everything

1. Never take life seriously. Nobody gets out alive anyway.

2. Life is sexually transmitted.

3. Health is merely the slowest possible rate at which one can die.

4. Men have two emotions: Hungry and Horny. If you see him without an erection make him
a sandwich.

5. Give a person a fish and you feed them for a day; teach a person to use the Internet
and they won’t bother you for weeks.

6. Some people are like Slinkies… not really good for anything, but you still can’t
help but smile when you see one tumble down the stairs…

7. Health nuts are going to feel stupid someday, lying in hospitals dying of nothing…

8. Whenever I feel blue, I start breathing again.

9. All of us could take a lesson from the weather. It pays no attention to criticism.

10. Why does a slight tax increase cost you two hundred dollars and a substantial tax cut
saves you thirty cents?

11. In the 60’s people took acid to make the world weird. Now the world is weird and
people take Prozac to make it normal.

12. Politics is supposed to be the second oldest profession. I have come to realize that
it bears a very close resemblance to the first.

13. You read about all these Terrorists most of them came here legally, but they hung
around on these expired visas, some for as long as 10-15 years. Now, compare that to
Blockbuster; you are two days late with a video and those people are all over you. I
think we should put Blockbuster in charge of Immigration & Homeland Security.

SAYA BERSAMAMU SAYANG

Seorang anak lahir setelah 11 tahun pernikahan. Mereka adalah pasangan yg saling mencintai dan anak itu adalah buah hati mereka. Saat anak tersebut berumur dua tahun, suatu pagi si ayah melihat sebotol obat yg terbuka. Dia terlambat untuk ke kantor maka dia meminta istrinya untuk menutupnya dan menyimpannya di lemari. Istrinya, karena kesibukannya di dapur sama sekali melupakan hal tersebut. Anak itu melihat botol itu dan dengan riang memainkannya. Karena tertarik dengan warna obat tersebut lalu si anak memakannya semua. Obat tersebut adalah obat yg keras yg bahkan untuk orang dewasa pun hanya dalam dosis kecil saja. Sang istri segera membawa si anak ke rumah sakit. Tapi si anak tidak tertolong. sang istri ngeri membayangkan bagaimana dia harus menghadapi suaminya.

Ketika si suami datang ke rumah sakit dan melihat anaknya yang telah meninggal, dia melihat kepada istrinya dan mengucapkan 3 kata. PERTANYAAN : 1. Apa 3 kata itu ? 2. Apa makna cerita ini ? JAWABAN : Sang Suami hanya mengatakan "SAYA BERSAMAMU SAYANG" Reaksi sang suami yang sangat tidak disangka-sangka adalah sikap yang proaktif. Si anak sudah meninggal, tidak bisa dihidupkan kembali. Tidak ada gunanya mencari-cari kesalahan pada sang istri. lagipula seandainya dia menyempatkan untuk menutup dan menyimpan botol tersebut maka hal ini tdk akan terjadi. Tidak ada yg perlu disalahkan. Si istri juga kehilangan anak semata wayangnya. Apa yg si istri perlu saat ini adalah penghiburan dari sang suami dan itulah yg diberikan suaminya sekarang. Jika semua orang dapat melihat hidup dengan cara pandang seperti ini maka akan terdapat jauh lebih sedikit permasalahan di dunia ini.

"Perjalanan ribuan mil dimulai dengan satu langkah kecil" Buang rasa iri hati, cemburu, dendam, egois dan ketakutanmu. Kamu akan menemukan bahwa sesungguhnya banyak hal tidak sesulit yang kau bayangkan.

MORAL CERITA

Cerita ini layak untuk dibaca. Kadang kita banyak membuang waktu hanya untuk mencari kesalahan orang lain atau siapa yg salah dalam sebuah hubungan atau dalam pekerjaan atau dengan orang yg kita kenal. Hal ini akan membuat kita akan kehilangan kehangatan dalam hubungan antar manusia. Buang rasa iri hati, cemburu, dendam, egois dan ketakutan. Kita akan menemukan bahwa sesungguhnya banyak hal tidak sesulit yang kita bayangkan.

Asumsi

Dalam hidup ini banyak hal yang kita alami.. Entah itu kejadian baik atau buruk yang membentuk pikiran kita. Ketika suatu kejadian terjadi sekali mungkin tak apa tapi jika berulang kali buat kita rasa berbeda.

Hari-hari ini aku banyak belajar. Saat seorang temanku pesan makanan dan kemudian ada kecoanya, sekantor memvonis rumah makan itu benar-benar jangan dijangkau lagi. Padahal sebenarnya tidak seperti itu… Khan hanya sekali.. Apakah pasti akan seperti itu terus??

Aku belajar bahwa kita jangan hidup dalam asumsi kita.. Salah satunya saat atasan berkata,"Kalau dikirim ke luar maka …." Aku bertanya padanya,"Keluar mana?, keluar negeri atau kemana?" Ternyata keluar yang dimaksud transaksi keluar.. Aku dan seorang temanku berasumsi keluar negeri. Bagaimana jika kita ngomong ga jelas begitu dan orang yang kita temui suka berasumsi buruk?? Tentu saja situasi menjadi tak menentu dan kacau balau.

Orang diciptakan berbeda-beda dan dari keluarga yang berbeda-beda pula. Disitu kita menemui banyak kebiasaan berbeda dan pola pikir yang berbeda. Keluarga yang cukup konservatif mengatakan bahwa kita hanya berteman dengan orang yang sejenis dengan kita dan menutup persahabatan dengan lain jenis. Namun keluarga yang liberal mempersilakan persahabatan terjalin tanpa membedakan jenis, asal kita enjoy dengan orang tersebut. Bagaimana jika yang terjadi anak dari keluarga konservatif bertemu dengan anak dari keluarga liberal??

Di dunia saat ini banyak ditemui hal-hal. Orang berkata jika seorang dekat dengan yang lain, orang ada yang mengatakan itu TTM… Ada yang mengatakan pacaran. Lebih parahnya yang kita lihat di surat-surat kabar, ngomongnya cuma dekat aja and then MENIKAH???? Oh no… Is it true??? Aneh bener.. Ga nyambung banget khan??

Dunia ini bener-bener hidup dalam asumsi.. Asumsi bisa buat kita bahagia dan asumsi bisa buat kita sedih. Asumsi bisa buat kita marah pula. Don’t life in your asumption.. Kenakan pikiran Kristus dan kebenarannya.. Saat kamu dianiaya dan padamu dikenakan hal-hal yang ga bener, Tuhan tau kok.. He still be there for you.. So jangan dendam apalagi mau bales orang.. Lu malah kena getahnya sendiri.. Percaya dah ma gue.. Just sit and quiet..