Asumsi
Dalam hidup ini banyak hal yang kita alami.. Entah itu kejadian baik atau buruk yang membentuk pikiran kita. Ketika suatu kejadian terjadi sekali mungkin tak apa tapi jika berulang kali buat kita rasa berbeda.
Hari-hari ini aku banyak belajar. Saat seorang temanku pesan makanan dan kemudian ada kecoanya, sekantor memvonis rumah makan itu benar-benar jangan dijangkau lagi. Padahal sebenarnya tidak seperti itu… Khan hanya sekali.. Apakah pasti akan seperti itu terus??
Aku belajar bahwa kita jangan hidup dalam asumsi kita.. Salah satunya saat atasan berkata,"Kalau dikirim ke luar maka …." Aku bertanya padanya,"Keluar mana?, keluar negeri atau kemana?" Ternyata keluar yang dimaksud transaksi keluar.. Aku dan seorang temanku berasumsi keluar negeri. Bagaimana jika kita ngomong ga jelas begitu dan orang yang kita temui suka berasumsi buruk?? Tentu saja situasi menjadi tak menentu dan kacau balau.
Orang diciptakan berbeda-beda dan dari keluarga yang berbeda-beda pula. Disitu kita menemui banyak kebiasaan berbeda dan pola pikir yang berbeda. Keluarga yang cukup konservatif mengatakan bahwa kita hanya berteman dengan orang yang sejenis dengan kita dan menutup persahabatan dengan lain jenis. Namun keluarga yang liberal mempersilakan persahabatan terjalin tanpa membedakan jenis, asal kita enjoy dengan orang tersebut. Bagaimana jika yang terjadi anak dari keluarga konservatif bertemu dengan anak dari keluarga liberal??
Di dunia saat ini banyak ditemui hal-hal. Orang berkata jika seorang dekat dengan yang lain, orang ada yang mengatakan itu TTM… Ada yang mengatakan pacaran. Lebih parahnya yang kita lihat di surat-surat kabar, ngomongnya cuma dekat aja and then MENIKAH???? Oh no… Is it true??? Aneh bener.. Ga nyambung banget khan??
Dunia ini bener-bener hidup dalam asumsi.. Asumsi bisa buat kita bahagia dan asumsi bisa buat kita sedih. Asumsi bisa buat kita marah pula. Don’t life in your asumption.. Kenakan pikiran Kristus dan kebenarannya.. Saat kamu dianiaya dan padamu dikenakan hal-hal yang ga bener, Tuhan tau kok.. He still be there for you.. So jangan dendam apalagi mau bales orang.. Lu malah kena getahnya sendiri.. Percaya dah ma gue.. Just sit and quiet..