Bersungut-sungut (Part 1)
Stop Mengomel (Bersungut-sungut)
Minggu, 2 Oktober 2005
Oleh: Pdt. Paulus Budiono
Shalom dan senang berjumpa lagi dalam kasih Kristus!
Rasul Paulus menasihatkan jemaat Korintus: “Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka (Israel), sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut” (1Kor. 10:10). Pertanyaannya: Bisakah manusia tidak (perlu lagi) mengomel/bersungut-sungut dalam sikon apa pun? Alkitab satu-satunya jawaban bagi kita! Mari kita telusuri persungut-sungutan bangsa Israel ini:
Mengapa dan dalam sikon apa bangsa Israel bersungut-sungut?
Sebab Lapar dan Haus di padang gurun! (baca: Kel. 15 & 16)
“Persungutan” menggantikan “sukacita dan nyanyian”, itulah yang sedang terjadi di antara orang Israel yang baru saja keluar dari perbudakan di Mesir. Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, menyeberangi laut Teberau atas pimpinan Tuhan, alangkah sukacitanya mereka. Musa bersama dengan mereka menyanyikan nyanyian bagi Tuhan. Lalu Miriam nabiah itu, saudara perempuan Harun bersama semua perempuan memukul rabana, menari dan menyanyi bagi Tuhan, sebab Dia sudah membawa mereka keluar meninggalkan Mesir. Namun, tidak lama setelah itu bangsa Israel mulai bersungut-sungut karena air yang ditemukan pahit dan tidak dapat di minum!

Hal ini masih di anggap wajar, karenanya Allah merubah air yang pahit menjadi manis dan berhentilah persungutan! Dalam kesempatan lain mereka mengomel lagi karena tidak ada makanan di padang gurun, lalu Allah menurunkan hujan roti (manna) dari langit dan berhentilah persungutan! Tapi apa yang terjadi setelah itu, apa mereka berhenti bersungut? TIDAK! Yang aneh dan tidak wajar terjadi adalah, di tengah limpahnya air minum segar dan makanan sorga setiap hari selama 40 tahun di padang gurun, persungutan bangsa Israel tidak pernah surut, malah meningkat hingga menyalahi Allah yang telah menyelamatkan mereka dari perbudakan di Mesir!
Bagaimana dengan kita: Israel rohani? Yang dahulu menderita karena dosa, karena nikah yang morat-marit, karena berbagai masalah pribadi; tetapi setelah mengenal Yesus sebagai Juruselamat, maka kita dibebaskan dari segala dosa, kita diselamatkan, diberi sukacita dan pujian untuk Tuhan, bukan hanya itu, kita juga diberikan Roti, Firman-Nya dan Air rohani, Roh Kudus-Nya! Tapi apakah sekarang dalam menjalani hidup sehari-hari, kita membiarkan diri kembali dikuasai oleh omelan dan sungutan yang tidak kunjung berhenti hanya karena merasa kekurangan dalam kebutuhan hidup sehari-hari? Ia memang berjanji akan memenuhi segala sandang pangan, menjamin kesehatan dan meyelesaikan setiap masalah kita, seperti yang telah IA janjikan kepada Israel, yaitu :
A. Mendengar & melakukan FIRMAN-Nya, maka semua tercukupi ? Meja Roti Sajian (Kel. 15:22–27, 16:1-4 bnd. Yak. 1:25)
B. Beribadah dan melayani-Nya, maka semua tercukupi ? Pelita Emas (Kel. 23:25 bnd. Why. 7:15-17)
C. Menyembah hanya kepada Allah saja, maka semua tercukupi ? Mezbah Dupa Emas (Ul. 7:15-16 bnd. Why. 22:1-5)
Namun persungutan tentang “makanan dan minuman” tetap berlangsung, sekali pun itu mengakibatkan kebinasaan yang mengerikan! Mengapa? Karena tidak mentaati firman-Nya! Sehingga “kelaparan dan kehausan” dalam batin menjadi-jadi dan semakin banyak persungutan!
JANGAN BIARKAN CIRI-CIRI “KEHAUSAN DAN KELAPARAN” ADA DALAM KITA!
Ciri-ciri seseorang yang KEHAUSAN & KELAPARAN:
A. K E H A U S A N !
1. Tiada puji-pujian kepada Allah, sebab lidah menjadi kering dan lengket (Yes. 41:17 Rat. 4:4)!
Seseorang bahkan bayi sekali pun bisa menjadi ‘haus’, akibatnya ‘lidah’ menjadi kering dan lengket pada langit-langit mulutnya. Pada hal Tuhan Yesus pernah mengatakan, bahwa dari mulut bayi yang menyusu Tuhan menyempurnakan pujian untuk menutup mulut musuh (Mzm. 8:2-3 bnd. Mat.21:16). Bayi-bayi ini menggambarkan Gereja Tuhan yang sedang bertumbuh seharusnya rindu kepada susu yang murni itulah Firman Tuhan (I Petrus 2:2). Agar lidah anak Tuhan tidak ‘lengket’, terimalah firman Tuhan yang murni dan bersukacitalah dan bersorak-sorai serta menyanyi memuji Tuhan!
2. Tiada penyembahan yang benar, sebab ada ketidakpuasan dalam nikah (Yohanes 4:1-42)! Tuhan menunjukkan, bahwa perempuan ini lama tidak mengalami ‘kepuasaan’ (dalam arti yang luas) dengan suaminya (sudah kawin 6x). Ia tidak pernah (mau) tunduk pada suaminya, maka rumah tangganya berantakan. Tetapi Yesus memberikan jalan keluar dengan menawarkan Air Kehidupan = Roh Kudus (Yoh. 7:37-39) yang pasti memberikan kepuasan kepadanya sampai kekal!
B. K E L A P A R A N!
1. Tiada pelayanan yang benar, menyebabkan kelembutan dalam nikah rumah tangga hilang (Ul. 28:47-57)! Israel telah menjadi kaya, tapi tidak lagi senang hati melayani Tuhan, maka keharmonisan, kelembutan dalam nikah rumah tangga hilang. Isteri yang lembut jadi ganas, anak kandung sendiri dimakan dlsb. Bila seorang ayah sudah tidak sungguh – sungguh lagi melayani Tuhan, maka dampaknya akan terasa kepada anak-anaknya, mereka tidak akan dipedulikan, tidak disayang, tidak dipelihara dengan Firman Pengajaran malah dibiarkan rohaninya mati. Anak-anak menjadi bulan-bulanan hawa nafsu dan akhirnya anak – anak tersebut lebih suka dengan perkara-perkara dunia. Mereka juga akan tumbuh menjadi anak muda yang lapar dan Haus, bukan lapar karena makanan atau haus karena minuman tetapi lapar dan haus karena tidak mendengarkan Firman Tuhan (Amos 8:11) Begitu juga apabila isteri yang adalah gambaran Gereja Tuhan tidak sungguh melayani Tuhan maka banyak jiwa-jiwa anak Tuhan menjadi korban. Biarlah orangtua (ayah & ibu) menjadi contoh bagi anak-anaknya bahwa mereka mencintai Firman Allah sebagai berita yang menghidupkan mereka. Sebab Firman Allah itulah yang membuat kehidupan yang lemah lesu dan putus asa disegarkan kembali. Oleh sebab itu estafetkan Firman Allah yang sudah kita terima kepada orang lain supaya mereka juga mengalami disegarkan.
2. Tidak menikmati kelimpahan gandum (Ayub 24:10 - 11)! Banyak gandum tetapi lapar, banyak Firman tetapi lapar! Ini kehidupan yang tahu Firman Allah, tetapi tidak mau terima dan menyimpannya. Ruth contoh yang baik untuk kehidupan yang tahu menyimpan dan memelihara gandum yang diperolehnya sehingga ia pulang tidak dalam keadaan lapar. Jangan menjadi orang Kristen yang lapar di tengah kelimpahan Firman. Betapa ironisnya kehidupan yang memikul berkas gandum sambil kelaparan dan lebih dari itu doanyapun tidak akan didengar oleh Allah!! Allah menolak doa orang yang menolak Firman Pengajaran.
3. Tidak ada perdamaian di antara saudara (Yesaya 9:19-20)! Kehidupan yang tidak suka Firman akibatnya saling ‘gontok-gontokan’. Sesama saudara saling melawan dan memakan. Saling memfitnah dan bergosip.
4. Kehidupan yang mudah tersinggung (Ratapan 5:10)! Kulit berbicara tentang salah satu panca indera kita yaitu perasaan. Kulit yang gosong berarti perasaan yang gampang tersinggung. Bila ada Firman Tuhan dan penuh Roh Kudus, maka kulit kita tetap sehat artinya kita bukanlah kehidupan yang mudah tersinggung, dan gampang marah. Sebab Firman itu selalu melindungi seperti tameng. Kehidupan yang tidak pernah percaya kepada Yesus di dalam Firman Allah, hatinya tidak pernah merasa puas seperti Yudas.
Yesus adalah solusi segala masalah
Menghadapi kondisi haus dan lapar, Yesus memberikan Roti dan Air Hidup (Yohanes 6). Itulah makanan dan minuman yang sebenarnya yaitu Tubuh-Nya sendiri yaitu Roti yang turun dari Sorga dan minuman yang sejati adalah Darah-Nya sendiri ? Perjamuan Suci. Dan siapa yang menerima Yesus di dalam persekutuan dengan Tubuh dan Darah-Nya maka ia tidak lapar dan haus lagi untuk selama-lamanya, ini berarti bagi kehidupan yang sudah ditebus oleh Darah Anak Domba akan terjamin baik kehidupan jasmani maupun rohaninya ( Wahyu 7:9-17).
Biarlah perasaan kita disucikan supaya jangan dikuasai oleh kejahatan dan keganasan dari dunia yang membuat perasaan kita menjadi pahit. Selagi masih ada kesempatan, selesaikan apa-apa yang tidak baik dalam hidup kita supaya hati kita dipuaskan oleh Firman Allah dan dapat melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh. Alkitab sendiri membuktikan bahwa orang-orang yang telah ditebus oleh Darah Anak Domba itu siang dan malam melayani Tuhan sehingga makanan dan minuman (secara jasmani maupun rohani) tercukupkan oleh sebab puas dengan Firman Allah dan penuh dengan Roh Kudus, serta panas terik matahari tidak akan melukai kulit (perasaannya tidak mudah tersinggung). Dan mereka semua yang tidak terukur jumlahnya itu dilindungi di dalam penggembalaan dengan tujuan menuju kepada Mata Air Kehidupan itulah kepuasan yang kekal selama-lamanya sehingga tidak akan ada lagi omelan (Stop mengomel!) Mengapa? Sebab pakaian (perbuatan) mereka selalu dibersihkan oleh Darah Anak Domba. Dan oleh Korban Kristus itu tidak ada alasan bagi kita untuk tidak melayani Tuhan. Sehingga Tuhan katakan: “Kalau engkau melayani Aku, berbakti kepada-Ku, maka sandang pangan tercukupkan dan engkau sehat!”.
Amin.