|
"Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah. Amsal 22:24."
Ternyata emosi bisa ditransfer. Emosi yang baik, akan memberikan pengaruh yang baik pula bagi yang menerimanya, begitu juga sebaliknya. Sebuah buku menuliskan ketika seseorang hidup dalam kemarahan, kebencian, dan tidak mau mengampuni, maka orang itu rentan terhadap penyakit.
Ada tiga cara mengatasi kemarahan, yaitu:
Mengubah cara pandang kita terhadap masalah Kejadian 50:20 mengatakan, "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar." Pada waktu saudara-saudara Yusuf datang minta ampun kepadanya, Yusuf tidak membalas dendam atau menyimpan kemarahan karena Yusuf bisa mengatasi kemarahan dengan mengubah cara memandang masalah. Dengan kata lain, Yusuf memandang masalahnya dari sudut pandang yang berbeda, sudut pandang Tuhan.
Sebagai orang percaya, kita harus belajar dari Firman Tuhan. Kita harus memandang setiap masalah kita dari sudut pandang Tuhan. Kalau kita memandang masalah dari sudut pandang manusia, kita pasti akan kecewa dan kepahitan.
Merelakan diri kita dipimpin oleh Roh Kudus Galatia 5:16-17 menulis, "Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging - karena keduanya bertentangan - sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki’ Ketika kita dipimpin oleh Roh, kita tidak akan menuruti keinginan daging. Kalau kita dipimpin oleh Roh Kudus, maka kita akan menghasilkan buah-buah Roh.
Melangkah untuk mengampuni Efesus 4:26-27 mengatakan, "Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu bebruat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada iblis." Orang yang disebut manusia baru di dalam Kristus harus memiliki tindakan yang nyata karena iman tanpa perbuatan adalah mati. Ketika kita marah, iblis berjalan berkeliling seperti singa yang mengaum, siap menerkam orang percaya yang hidup dalam kepahitan. Melangkahlah untuk mengampuni karena ketika kita bertindak, ada kuasa pertolongan yang Tuhan berikan. Dan ketika kita bertindak, itu memengaruhi emosi.
Kalau Anda masih menyimpan kemarahan kepada seseorang, ambillah tindakan untuk mengampuni, maka berkat akan turun atas Anda. (DK)
TUHAN YESUS MEMBERKATI
Sumber: Kotbah Pdt. Amos Hosea/JCC/2008
|