Kebangkitan Bangsa Indonesia
Tak terasa sudah satu abad bangsa ini memperingati Hari Kebangkitan Nasional.
Berbagai peristiwa telah mewarnai perjalanan panjang bangsa Indonesia. Berbagai
prestasi dibidang olahraga dan pendidikan, pembangunan nasional, musibah,
keterpurukan ekonomi, konflik, pernah menjadi bagian dari buku harian bangsa
kita. Kini, di tahun 2008 bagaimana dengan buku harian bangsa ini?, Apakah masih
akan ada tinta merah mewarnai perjalanan bangsa ini menuju masa depan? atau
sudah saatnya lembar demi lembar dari perjalanan bangsa ini diisi dengan sebuah
hal yang membanggakan?, Siapkah kita?, Lalu sendi-sendi mana yang perlu kita
ubah?
Kebangkitan Mental
Problematika terbesar yang harus
segera diatasi adalah persoalan mental. Sikap mental yang selalu enggan
melakukan perubahan, memelihara pola pikir yang negatif, selalu mengatakan tidak
bisa, pasti gagal, kemalasan, ketidakdisiplinan, iri hati, atau bahkan
kehilangan kepercayaan diri sebagai bangsa yang besar adalah sebagian besar
karakter yang mestinya dihancurkan. 100 tahun memperingati kebangkitan, akan
tetapi masih menjalankan pola-pola lama, dan mengadopsi sikap mental yang sama,
maka kebangkitan nasional hanya akan menjadi sebuah wacana kalau begitu
kondisinya. Sebuah kebangkitan nasional seharusnya juga diwarnai dengan sebuah
kebangkitan mental yang baru. Sebuah mental untuk memberikan yang terbaik kepada
bangsa ini lewat peran dan karya masing-masing anak bangsa. Seluruh jajaran baik
itu legislatif, pemerintahan, maupun masyarakat mengambil peran dalam
kebangkitan nasional ini dengan mengubah perilaku dan cara berpikir ke arah yang
lebih positif.
Kebangkitan Semangat dan Kebersamaan
Situasi apapun
yang pernah melanda bangsa ini, tidak seharusnya menciutkan nyali kita semua
untuk tetap bangkit dan menjadi bangsa yang besar. Semangat untuk berjuang dan
meraih yang terbaik di segala bidang hendaknya menjadi sebuah kultur yang
dipedomani oleh segala lapisan masyarakat. Tak sedikit dari kita ketika masalah
datang, musibah terjadi, himpitan ekonomi yang ada menciptakan sebuah krisis
semangat dan kepercayaan diri menatap masa depan, atau bahkan ironisnya
dijadikan momentum untuk saling menyalahkan pihak-pihak terkait. Apakah ini
semangat kebangkitan nasional yang mau diusung?, Lalu mau sampai
kapan?
Kebiasaan-kebiasaan seperti ini yang seharusnya diubah. Sikap suportif
dan kerjasama yang sinergi yang dibutuhkan untuk memulihkan situasi yang ada
bukan saling cemburu dan menjatuhkan satu sama lain.
Kebangkitan Moral
Bangsa yang besar adalah bangsa
yang menghargai sebuah perbedaan, bangsa yang bisa menghormati satu sama lain,
bangsa yang mengedepankan hak asasi manusia, bangsa yang memiliki integritas
yang tinggi, bangsa yang menjunjung nilai-nilai yang positif. Bukan saatnya lagi
saling menjatuhkan, melakukan tindak kekerasan terhadap kaum lemah, saling
menuding, ketidakjujuran, melakukan praktek-praktek korupsi, melakukan
pengrusakan, memicu konflik, menutupi kebohongan dari masyarakat. Seseorang
tidak hanya dilihat dari sisi intelektual saja, tetapi juga dari sisi bagaimana
ia berperilaku dan memiliki sikap yang positif dilingkungan. Begitupun dengan
sebuah bangsa, tidak hanya dilihat dari seberapa besarnya sumber kekayaan
alamnya, tapi juga dilihat pribadi-pribadi di dalam sebuah bangsa itu sendiri
bagaimana ia berperilaku. Integritas dan karakter bangsa akan dibangun oleh
individu-individu didalamnya. Sedih sekali kalau bangsa ini berada di peringkat
atas untuk kasus korupsi maupun kasus pengrusakan hutan. Tentunya bukan ini yang
akan menjadi kebanggaan kita bersama. Mari bersama kita bangkit dengan membangun
sebuah bangsa yang beretika baik dan memiliki karakter yang positif di mata
dunia.
Hendaknya label yang selalu kita berikan sebagai bangsa yang besar, tidak
sekedar nama saja melainkan diikuti dengan semangat dan kemauan yang besar pula
untuk menjadikan Indonesia semakin baik tiap tahunnya.
Kiranya peringatan
kebangkitan nasional tidak sekedar sebuah formalitas, melainkan dijadikan
sebagai sebuah momentum untuk kita bersama mengambil sebuah langkah perubahan
dengan mematahkan belenggu mental, semangat, dan moral yang negatif.
Perjalanan bangsa ini belum berakhir, banyak harapan di depan mata
yang masih harus direalisasikan, tapi tentunya hal ini bukanlah pekerjaan satu
atau dua orang saja, melainkan menjadi tugas dan tanggung jawab kita semua. Mari
bersama kita berikan sebuah arti yang positif untuk bangsa ini melalui
karya-karya maupun tindakan kita.
Salam Pemenang
Muk Kuang
Book Author ‘Think and Act like A Winner’
People
Development Trainer
mukkuang@gmail.com