Archive for June, 2008


I am so lost without You

Hari-hari terasa membosankan.. Kadang merasa penat, kadang pusing karena terlalu nganggur.. Jujur rasa hati kadang sepi. Kenapa aku merasa sendiri. Sibuk telp sana sini kalo pas ga ada yang nelpon. Mau doa rasanya susaah banget masukk. Ga kerasa apa2.. cape deee..

Trus rasanya Dia udah ga berfirman lagi kemaren2.. huhh… Jumat lalu bener-bener mulai merasa.. Rasanya ada suatu ruang yang bener-bener kosong yang biasa diisi oleh Dia dulu. God.. I’m lost without You.. Aku ga sempurna tanpa Engkau..

Liat rambut yang salah potong (kependekkan), pengen sambung rambut. Kawat ga gitu ada perubahan, mau ganti dokter.. Dan lain lain… My perfectionist mulai menggejolak…

Kemaren.. Dia bilang "Jangan takut, sebab Aku ini bersamamu." Cukup buat gue rada tenang, menghadapi situasi akhir-akhir ini. Jujur aku benernya kadang ga merasa butuh sosok pria dalam hidupku.. Palagi udah banyak kegagalan relationship dan pernikahan yang gue liat.. dari soal kecil sampai besar. Laki-laki dan perempuan tidak lagi berada dalam porsi mereka yang sebenarnya dalam keluarga.

Todayy.. Aku merasa dan berkata,"Apakah anak manusia, sehingga Kau mengindahkannya.." Seneng dung jadi anak manusia.. diperhatikan Sang Pencipta. Tak abis2nya Dia mencurahkan berkat-berkatNya yang tidak terhenti.

Yahhh gue kadang ga paham juga sehhh akan semua.. Kayanya hari-hari ini gue ditempatin dalam situasi yang lebih belajar untuk melihat orang laen lebih bahagia.. Asalkan mereka bahagia gitu… Kadang seh aku jengkel liat orang boong, palagi karena dia ga bisa ‘face on the problem’. Kesannya pengecut banget.

7 PELAJARAN TENTANG HIDUP

Saya menulis cerita pendek ini untuk Mustard, sebuah majalah anak-anak.
Tapi pelajaran yang luar biasa dalam cerita itu tidak hanya  untuk anak-anak.
Sebenarnya, saya percaya orang-orang dewasa lebih perlu  mendengarkan ini daripada anak-anak!
Berikut adalah 7 pelajaran tentang mengubah hidup dari cerita tersebut:

Pelajaran #1: Jangan mencari penyembah-penyembah ;tetapi carilah sahabat-sahabat sejati.

Tidak semua teman diciptakan sama.  Beberapa teman hanyalah penggemar.  Mereka mengagumi Anda.  Mereka menyanjung Anda.  Mereka takut terhadap Anda.  Mereka mengambil keuntungan dari Anda.  Namun ketika Anda membutuhkan mereka, mereka tidak ada.  Pilihlah sahabat sejati daripada penggemar.  Ketika Anda mengalami kesulitan, mereka akan tetap berada di sisi Anda.

Pelajaran #2: Cara terbaik untuk mencari seorang sahabat sejati adalah menjadi seorang sahabat sejati.

Apakah Anda seorang sahabat sejati?  Apakah Anda memberikan perhatian kepada orang lain?  Apakah Anda menunjukkan kasih Anda terhadap mereka dengan cara yang tidak biasa?  Investasi terbaik yang akan pernah Anda lakukan adalah dalam relasi Anda. Di situlah harta Anda berada.

Pelajaran #3: Penggertak itu lemah.  Hindari atau tentanglah, namun jangan pernah takut terhadap penggertak.

Apakah Anda punya penggertak dalam hidup Anda?  Anda akan selalu berhadapan dengan para penggertak.  Mereka mengintimidasi orang. Mereka ingin Anda merasa takut terhadap mereka.  Mereka memanipulasi Anda untuk mengikuti mereka.  Tergantung situasi, Anda dapat menghindari atau menentang mereka.  Namun jangan pernah takut terhadap mereka.  Karena semua penggertak adalah palsu.  Dengan paksaan, mereka menutupi kelemahan yang ada di dalam diri mereka.  Tapi jauh di dalam, seorang penggertak adalah seorang anak rapuh yang memiliki banyak
ketakutan.

Pelajaran #4: Ketika seseorang tidak suka menjadi temanmu, biarkan saja dan tetaplah bersukacita.
Hidup terlalu indah untuk disesali hanya karena penolakan seseorang.

‘Orang yang selalu ingin menyenangkan orang lain’ ingin menyenangkan setiap orang.  Dan ketika seseorang menolak mereka, mereka akan tewas.  Karena mereka memerlukan perasaan dibutuhkan.  Ketika seseorang menolak mereka, mereka sangat terluka – dan membawa luka ini ke manapun mereka pergi dan membiarkan luka ini berdampak bagi hidup mereka selamanya.  Apa yang dilakukan seorang yang dewasa ketika mereka mengalami penolakan?    Mereka juga terluka sama seperti orang lain namun mereka tidak membawa luka itu terus-menerus.  Mereka mengebaskan debu di kaki mereka dan terus maju.  Mereka mencintai diri mereka.  Mereka mencintai hidup.

Pelajaran #5: Ketika seseorang marah terhadap Anda dengan cara yang tidak adil, kasihanilah orang itu.
Ia akan menyakiti dirinya sendiri.
Jangan mengasihani diri sendiri ketika Anda menerima kemarahan yang tidak adil.  Ingatlah bahwa kemarahan yang tidak adil itu menghancurkan orang yang marah, bukan Anda.  Kasihanilah orang itu.

Pelajaran #6: Selalu bersikap baik dan ramah kepada setiap orang – entah dia itu seorang raja atau seorang pengemis.

Setiap manusia yang Anda temui dalam hidup adalah anak-anak Tuhan. Entah ia duduk di atas tahta atau terbaring di lumpur, tak ada bedanya.  Orang tersebut adalah keluarga Anda.

Pelajaran #7: Takaran Anda yang sesungguhnya diukur dari keberanian,
kearifan, dan cinta Anda.

Apakah Anda seorang yang besar?  Ukurlah keberanian dan kearifan Anda.  Dengan cara Anda mengasihi, Anda bisa tahu apakah Anda sudah dewasa dalam hidup atau tidak.

BANGUNKAN RAKSASA DI DALAM DIRI ANDA

Takaran Anda Yang Sebenarnya Diukur Dari
Keberanian, Kearifan, dan Cinta Anda.

       Bahkan sebagai bayi gajah sekalipun, Bulig sangat besar.
       Ketika Bulig bertumbuh dewasa, ia lebih tinggi dan lebih besar dari semua teman-teman sepermainannya.
       Tidak perlu waktu lama hingga gajah lain merasa takut padanya. Dan Bulig mengetahui hal ini.  Karena itu ia menggunakan ukurannya untuk menakuti yang lain untuk melakukan apa yang ia ingin mereka lakukan.
       Ia akan mendengus dan menggeram sambil berkata, "Aku akan  remukkan kamu!"  Itu merupakan salam yang biasa ia katakan pada siapapun yang ia jumpai di jalan.
       Kenyataannya, jika gajah-gajah lain merasa takut pada Bulig, binatang-binatang kecil lainnya juga demikian.  Para monyet, kijang, harimau, dan bahkan singa pun terkagum-kagum terhadap binatang yang sangat besar itu.
       Para gajah memberinya sebuah rumah istimewa di puncak sebuah  bukit
kecil.  Dan tahta Bulig adalah sebuah ranjang berukuran raksasa.  Di situlah ia berbaring dan memerintah seluruh hutan.
       Setiap pagi, para gajah akan memberinya sekeranjang pisang.  Dan  para monyet akan memberinya sekeranjang apel.  Dan kijang akan memberinya sekeranjang kacang.  Hal ini terjadi setiap hari.
       Karena itu Bulig bertumbuh semakin besar.  Dan semakin ia  bertumbuh, semakin takutlah binatang-binatang terhadapnya.
       Ia sekarang menjadi sesosok dewa bagi seluruh binatang di sana. Sekelompok burung undan bergantian mengipasinya. Sekelompok burung parkit bernyanyi baginya setiap pagi. Sekelompok kera berakrobat sebagai hiburan malam baginya.
       Untuk waktu yang sangat lama, Bulig jarang meninggalkan  rumahnya.
       Sebenarnya, selama bertahun-tahun, ia bahkan tidak pernah  berdiri dari ranjang raksasanya.
       Yang ia lakukan hanyalah mendengus dan menggeram sesekali waktu,  "Aku
akan remukkan kamu!"  Dan setiap kali ia mengatakan itu, semua binatang akan sangat ketakutan.
       Karena ia tidak banyak bergerak, ia menjadi segemuk seperti  sepuluh gajah yang dijadikan satu!
       Sekarang, bahkan binatang-binatang lain dari hutan-hutan lain  pun datang berkunjung untuk melihat dengan mata kepala sendiri kalau Legenda Gajah Raksasa itu benar adanya.  Dan mereka semua akan berdiri ketakutan melihat makhluk yang sangat besar itu.
       Salah satu binatang itu adalah seekor kura-kura kecil bernama  Pokito.
       Pokita mendengar tentang gajah ini dan ingin melihatnya.
       Sebagai seekor kura-kura muda dan senang bermain, ia berpikir  akan luar biasa sekali jika dapat berteman dengan gajah raksasa itu.
       Maka suatu hari, ia menghampiri Bulig yang tampak seperti sebuah gunung dibanding dirinya.  Tapi Pokito tidak takut.
       Ia berkata, "Hi Bulig besar!  Bolehkah aku menjadi temanmu?"
       Semua binatang di sekitar Bulig menahan nafas dengan tegang. Siapa yang berani berbicara seperti itu pada Bulig?  Apakah ia sadar apa yang sedang dikatakannya?  Kura-kura malang!
       Bulig merasa terhina karena seekor makhluk kecil itu tidak menyembahnya sebagai dewa.  Maka ia mendengus dan menggeram seperti biasanya dan berkata, "Aku akan remukkan kamu!"
       Namun Pokito adalah seekor kura-kura bijak.  Ia melihat ada  kelemahan besar di balik ukuran tubuh Bulig.  Ia kasihan padanya.  Karena itu ia hanya berkata, "Bulig, aku hanya ingin menjadi temanmu.  Jika engkau tidak mau, tidak apa-apa.  Aku akan tetap gembira…"
       Ketika ia membalikkan badan, Bulig bahkan menjadi lebih marah  dan mendengus dan menggeram lagi dan berkata dengan suara yang lebih keras, "AKU AKAN REMUKKAN KAMU!"
       Semua binatang lari terbirit-birit ke belakang semak-semak,  batu- batu, dan pohon-pohon.  Ini adalah pertama kalinya mereka mendengar Bulig marah sedemikian rupa.
       Pokito membalikkan badan menghadap raksasa itu lagi dan berkata dengan tenang, "Bulig, aku tidak akan melakukan itu kalau aku jadi dirimu.  Engkau akan menyakiti dirimu sendiri…"
       Wajah Bulig merah padam seperti sebuah mobil pemadam kebakaran. Ia berdiri.  Atau paling tidak ia berusaha.
       Ingat, sudah bertahun-tahun sejak ia terakhir kali berdiri!
       "Ummph…  Ummmph…. Ummmmmmmmmph! "  Berkali-kali Bulig mencoba
namun ia tak dapat berdiri!
       "Bulig, jangan lakukan itu…," kata Pokito.
       Semua binatang keluar dari persembunyian mereka.  Mereka sangat terkejut melihat dewa mereka mengalami kesulitan untuk berdiri!
       Akhirnya, kaki Bulig tertekuk dan ia jatuh ke tanah.  Whaaam!
       Sekarang Bulig kesakitan, tapi penghinaan yang dialaminya jauh  lebih besar dari sakit fisik yang ia alami saat itu.
       Pertama, seekor monyet kecil mulai mengejek. Tak lama, monyet-monyet lain melakukan hal yang sama. Dan setelah beberapa saat, semua binatang mulai mempermalukan  Bulig.
Mereka mencemooh dan memberinya julukan.  "Makhluk lemah!", "Si gendut!", dan "Gudang lemak!"
       Tiba-tiba Pokito berteriak, "Hentikaaaaaaaaaaan !"
       Semuanya berdiam diri di hadapan kura-kura pemberani ini.
       "Selama bertahun-tahun, kalian menyembah Bulig sebagai dewa, " kataPokito, "tapi sekarang, kalian menghinanya seperti musuh.  Mengapa kalian lakukan itu?  Bulig hanyalah salah satu dari kita, sama seperti binatang lainnya."
       Pokito berjalan mendekati Bulig yang tertunduk dan dipenuhi rasa  malu serta berkata, "Apakah engkau butuh bantuan untuk berdiri?"  Dengan perlahan, Bulig menganggukan kepalanya.
       Kura-kura itu berbalik ke gajah-gajah lain, "Bantu temanmu  berdiri."
       Gajah-gajah lain takjub dengan kearifan kura-kura kecil ini.
  Mereka semua berdiri di samping raksasa itu, dan bersama-sama, mengangkatnya.
       Dengan upaya yang keras, gajah raksasa itu berdiri.
       Dengan lututnya yang masih gemetar, Bulig tersenyum kepada  kura-kura
itu dan berkata perlahan, "Terima kasih.  Engkaulah raksasa sesungguhnya. "
       Pokito tersenyum.  "Terima kasih."
       Bulig bertanya, "Maukah engkau menjadi temanku?"
       Kura-kura itu berkata, "Dengan satu syarat.  Engkau harus  jogging bersamaku setiap pagi."  Ia berkedip.
       Dan semua binatang tertawa serentak.

Work Silent Killer

Suka menunda pekerjaan sudah jadi penyakit umum di dunia kerja. Saking common-nya,
banyak orang lantas menjadikannya pemakluman. Efek jangka pendeknya
jelas: merepotkan. Bila tak segera disembuhkan, kebiasaan ini bisa jadi
"penyakit mematikan".

    Salah satu penelitian yang dilakukan
Timothy Pychyl, Director of the Procrastination Research Group at
Carleton University, Ottawa, menyebutkan, hampir 70 persen penduduk
Amerika Utara memiliki problem suka menunda-nunda. Jadi, Anda tak perlu
merasa sendirian.
Tapi, bukan berarti ini bisa jadi pembenaran.
Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif dan bergerak ceat, penundaan
selalu berpotensi merugikan. Bukan cuma bagi perusahaan, tapi juga bagi
si penunda. Pekerjaan menumpuk di belakang dan Anda pun lintang-pukang
menyelesaikannya.

    Akibat lebih lanjut, Si Penunda kehilangan
banyak kesempatan, produktivitas menurun dan harus menanggung stres
yang tidak perlu. Bila berlangsung terus-menerus, kebiasaan seperti ini
bisa mengancam kelangsungan karier. Itu sebabnya, para pakar karier
sering mengistilahkan penundaan sebagai "work silent killer". Diam-diam mematikan.

   
Mengakui kelemahan ini sudah merupakan pertanda bagus untuk
menyembuhkan "penyakit" ini. Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Sebagai
langkah awal, para ahli psikologi perilaku menyarankan untuk mengetahui
alasan di balik penundaan. Apakah Anda tergolong:
* Tipe perfektionist yang sulit melakukan sesuatu sampai segala sesuatunya sempurna.
* Tipe dreamer atau pemimpi yang selalu penuh dengan gagasan-gagasan besar tapi membenci hal-hal yang berurusan dengan detil.
* Tipe dreader, takut atau selalu khawatir pada tugas di tangan dan mencari berbagai cara untuk menghindarinya meski sekadar menunda.

    Bila anda sudah mengetahuinya, Anda bisa membuat rencana untuk menyembuhkan penyakit suka menunda ini.

PERFECTIONIST
* Buat Prioritas
    Tulis segala hal yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan dalam susunan berdasarkan tingkat kepentingan atau urgency-nya.
Lebih baik menghabiskan waktu lebih banyak untuk menyelesaikan tugas
yang Anda anggap lebih penting, baru kemudian menyelesaikan sisanya.

*Tentukan Deadline
   
Meski atasan tak memberi waktu yang ketat, buatlah tenggat waktu untuk
diri sendiri dan paksalah diri untuk menaatinya. Bila sulit
mendisiplinkan diri sendiri, mintalah teman atau mungkin atasan untuk
menyiapkan "pecut" untuk memastikan bahwa Anda tetap berada di jalur
yang benar.

* Alokasikan Waktu
    Beri
patokan waktu pengerjaan lebih banyak dari yang Anda pikir dibutuhkan.
Dengan begitu, Anda punya kesempatan untuk melakukan check and recheck.

* Enough is Enough
   
Pertahankan standar kerja Anda yang tinggi itu, tapi sadari juga kapan
Anda harus berhenti. Contohnya, jangan habiskan waktu Anda hanya untuk
mengurusi hal yang sesungguhnya kurang penting, sementara hal yang
lebih prinsip jadi terabaikan.

 

DREAMER
* Pecahkan Ide
    Bentangkan visi besar Anda, lalu pecahkan menjadi bagian-bagian kecil yang lebih spesifik, jelas dan terukur.

* Terorganisasi
   
Mulailah dengan perencanaan yang matang. Siapkan bahan-bahan yang
dibutuhkan sebelum memulai pekerjaan. Buatlah daftar pekerjaan yang
realistis dan lakukan pengecekan tentang apa saja yang sudah Anda
selesaikan.

*Hindari Gangguan
    Batasi diri
dari unsur-unsur yang berpotensi melemahkan semangat Anda dan membuat
Anda kembali "mengawang-awang". Misalnya, terlalu banyak berdiskusi
dengan orang lain, terlalu banyak informasi yang membuat Anda bingung
memilih mana yang penting atau tidak. Atau mungkin terlalu banyak
memikirkannya untuk membuatnya lebih baik dan lebih baik lagi.

* Wake up!
   
Berpikir dan berkhayal itu penting. Tapi Anda perlu ingat bahwa Anda
perlu meralisasikannya. Begitu Anda berhenti memikirkannya dan mulai
mengerjakan pekerjaan itu, Anda akan merasa lebih baik dan bisa
menyempurnakannya ketimbang hanya mengerjakannya dalam pikiran.

 

DREADER
* Small Steps
   
Pecahkan proyek atau pekerjaan besar menjadi bagian-bagian lebih kecil
yang sepertinya lebih sanggup Anda hadapi. Begitu Anda bisa mengatasi
bagian yang kecil, bagian berikutnya yang lebih besar akan lebih mudah
dikerjakan karena Anda sudah lebih percaya diri.

* Pilih Waktu
    Mulailah pada saat kondisi Anda sedang bagus-bagusnya. Misalnya, pada pagi hari ketika baterai Anda masih full dan pikiran masih segar. Dengan mulai sesegera mungkin, Anda juga tidak memberi kesempatan kekhawatiran bersarang di pikiran.

* Target Jangka Pendek
   
Buatlah tujuan jangka pendek untuk tugas yang Anda hindari. Bila Anda
bisa mengatasi 15 menit pertama, Anda akan sanggup menghadapi waktu
yang lebih panjang.

* Rayakan keberhasilan
   
Berikan penghargaan pada diri sendiri usai menyelesaikan suatu tugas
yang Anda "takuti". Misalnya, dengan sekadar makan malam enak, nonton
film atau beli baju baru.

    Di luar semua itu, cara terbaik mengatasi kebiasaan menunda-nunda adalah menggantinya dengan kebiasaan baru. Next time, bila Anda merasa "stuck", tanyalah ke diri sendiri ‘Adakah hal -sesederhana apa pun- yang bisa saya mulai kerjakan?’. Bila Anda sudah sanggup mengerjakannya, Anda telah berhasil memutuskan rantai penundaan dan berada di jalur yang benar.

9 Cara Jaga Reputasi dan Harga Diri

Mempertahankan harga diri berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan rasa hormat terhadap diri sendiri, rasa percaya diri, serta sikap adil. Supaya terhindar dari kesalahan yang dapat merusak semua itu, ada baiknya menerapkan kiat-kiat berikut agar karier Anda terus meroket.

1. TUNJUKKAN SIKAP POSITIF
Selalu tunjukkan sikap positif pada atasan, rekan kerja, dan kondisi kantor. Buktikan bahwa Anda aset kantor yang berharga dan berkontribusi terhadap perkembangan perusahaan.

2. JANGAN SUKA MENGELUH
Sikap Anda yang sering mengeluh, sering izin tidak masuk kantor karena sakit, atau meminta keringanan atas batas waktu suatu tugas, akan membuat atasan Anda tidak senang. Sikap tidak senangnya ini akan mempengaruhi karier serta rasa percaya diri Anda. Dan kenyataannya, tukang mengeluh tidak akan mendapatkan promosi.

3. PEKERJAAN SESUAI
Anda berhak mendapatkan pekerjaan dengan kompensasi yang sesuai dan pantas, serta kondisi pekerjaan yang aman. Perjuangkan hak Anda dan jangan jual harga diri. Jangan pernah takut untuk menanyakan segala sesuatu hal yang penting bagi diri Anda kepada atasan. Bersikap tegas tetapi jangan menyerang serta utamakan kepentingan perusahaan.

4. JANGAN SELALU IKUT ARUS
Jangan pernah takut untuk mandiri. Bekerja sama dengan sesama rekan kerja, itu perlu. Tapi, Anda tidak akan dihargai bila membiarkan teman sekerja memanfaatkan Anda.

5. JAGA REPUTASI
Tidak ada salahnya bersenang-senang sesudah jam kerja atau pada acara-acara yang diadakan kantor, tetapi tetap jaga sikap dan perilaku. Perilaku sama halnya dengan harga diri.

6. MASALAH PRIBADI? NO!
Jaga volume suara bila berbicara di telepon untuk masalah-masalah pribadi.

7. KENDALIKAN EMOSI
Jika teman sekerja ada yang berulah sehingga mengganggu pekerjaan Anda, sebaiknya tetap kendalikan emosi. Reaksi Anda akan memengaruhi persepsi orang lain terhadap Anda. Pertahankan harga diri dengan mengendalikan emosi.

8. WASPADA PELECEHAN
Laporkan pada pihak berwenang bila terjadi pelecehan di tempat kerja, baik yang menimpa Anda atau teman sekerja. Pelecehan di tempat kerja berpengaruh kepada harga diri seseorang.

9. KEPEMIMPINAN KREATIF
Di dalam dunia kerja, inovasi merupakan kunci masa depan. Gunakan bakat kreatif Anda untuk membantu pertumbuhan perusahaan tempat Anda bekerja. Hal ini akan meningkatkan rasa percaya diri Anda.