Keberhasilan is very easy
Really! Let’s look at these below stories. Kisah-kisah di bawah ini merupakan kisah sejati. Keberhasilan sangat mudah diraih, bahkan orang-orang sekuler tahu kunci-kunci keberhasilan, hanya saja mereka tidak tahu tujuan hidup mereka dengan keberhasilan yang mereka raih itu. Keberhasilan yang dikisahkan di bawah ini bukan karena iman, tetapi lebih kepada prinsip-prinsip keberhasilan yang sering saya ungkapkan pada Seminar BKI di berbagai tempat di Indonesia dan luar negeri, salah satu kiatnya yaitu PERSISTENT, HONEST, HARD WORK. OK, let’s start to read the stories yang saya kutip dari kisah orang lain entah dari mana.
Bertahun-tahun dahulu, pada malam hujan badai, seorang laki-laki tua dan istrinya masuk ke sebuah lobby hotel kecil di Philadelphia. Mencoba menghindari hujan, pasangan ini mendekati meja resepsionis untuk mendapatkan tempat bermalam. "Dapatkah anda memberi kami sebuah kamar disini ?" tanya sang suami.
Sang pelayan, seorang laki-laki ramah dengan tersenyum memandang kepada pasangan itu dan menjelaskan bahwa ada tiga acara konvensi di kota. "Semua kamar kami telah penuh," pelayan berkata. "Tapi saya tidak dapat mengirim pasangan yang baik seperti anda keluar kehujanan pada pukul satu dini hari. Mungkin anda mau tidur di ruangan milik saya? Tidak terlalu bagus, tapi cukup untuk membuat anda tidur dengan nyaman malam ini."
Ketika pasangan ini ragu-ragu, pelayan muda ini membujuk. "Jangan khawatir tentang saya. Saya akan baik-baik saja," kata sang pelayan. Akhirnya pasangan ini setuju. Ketika pagi hari saat tagihan dibayar, laki-laki tua itu berkata kepada sang pelayan, "Anda seperti seorang manager yang baik yang seharusnya menjadi pemilik hotel terbaik di Amerika. Mungkin suatu hari saya akan membangun sebuah hotel untuk anda." Sang pelayan melihat mereka dan tersenyum. Mereka bertiga tertawa.
Saat pasangan ini dalam perjalanan pergi, pasangan tua ini setuju bahwa pelayan yang sangat membantu ini sungguh suatu yang langka, menemukan seseorang yang ramah bersahabat dan penolong bukanlah satu hal yang mudah.
Dua tahun berlalu. Sang pelayan hampir melupakan kejadian itu ketika ia menerima surat dari laki-laki tua tersebut. Surat tersebut mengingatkannya pada malam hujan badai dan disertai dengan tiket p.p (pulang-pergi) ke New York, meminta laki-laki muda ini datang mengunjungi pasangan tua tersebut.
Laki-laki tua ini bertemu dengannya di New York dan membawa dia ke sudut Fifth Avenue and 34th Street. Dia menunjuk sebuah gedung baru yang megah disana, sebuah istana dengan batu ke-merah-an, dengan menara yang menjulang ke langit. "Itu," kata laki-laki tua, "adalah hotel yang baru saja saya bangun untuk engkau kelola".
"Anda pasti sedang bergurau," jawab laki-laki muda. "Saya jamin, saya tidak," kata laki-laki tua itu, dengan tersenyum lebar.
Nama laki-laki tua itu adalah William Waldorf Astor, dan struktur bangunan megah tersebut adalah bentuk asli dari Waldorf-Astoria Hotel. Laki-laki muda yang kemudian menjadi manager pertama adalah George C. Boldt. Pelayan muda ini tidak akan pernah melupakan kejadian yang membawa dia untuk menjadi manager dari salah satu jaringan hotel paling bergengsi di dunia.
Pelajarannya adalah…..perlakukanlah semua orang dengan kasih, kemurahan dan hormat dan anda tidak akan gagal.
"Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan daripada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya."
Yoh 13:13-17
"Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan."
Luk 22:26
Mungkin kisah di atas sudah Anda kenal, karena memang tidak asing dan sudah tersebar. Kebaikan yang kita lakukan dengan tulus tidak akan kembali dengan sia-sia. Tuhan memberkati orang-orang yang “memiutangi” Dia.
Namun kisah di bawah ini langka, karena adanya cuman di Solo dan hanya sedikit orang yang tahu. Kisah luar biasa ini bukan dilakukan oleh orang beriman seperti kite-kite ini…hanya dari kesadaran seorang ayah muda yang dipekerjakan oleh bosnya sebagai tenaga bawahan. Tidak mendapat kunci pintu masuk, tidak mendapatkan hak istimewa. Sedangkan rumahnya jauh dari tempat pekerjaannya, dan dia harus mengantar anaknya ke sekolah tiap pagi. Karena jika harus pulang ke rumah dan kembali ke tempat kerjanya akan memakan waktu yang cukup banyak dan membuang bensin, maka ia menanti sampai buka jam kantor di depan pintu halaman.
Sambil menanti, dia membersihkan halaman depan kantor. Makin hari, sang bos melihat kok halamannya bersih tiap pagi, padahal nggak ada orang dateng bersihin selain bawahannya yang “cuman” office boy ini. Lama kelamaan sang bos mempercayainya dan memberikan kunci pintu masuk ruang bagian depan. Di ruang depan pun ia membersihkan semua peralatan, mengepel, membenahi daun tumbuhan, membereskan bekas-bekas minum Aqua yang tercecer. Karena bos melihat ia setia dalam perkara kecil dan nggak ada satu barang pun yang hilang, bahkan jadi bersih dan enak dipandang mata, bos jadi semakin percaya. Maka bos mulai ngasih kunci masuk ruang kantor, ac sudah dinyalakan sebelum bos datang, dan banyak perkara-perkara kecil dilakukan yang membuat semakin hari dia semakin dapat dipercaya, dan dia diberi semua kunci! Dia jadi pemegang kunci kantor, kunci gudang, dll. Tidak lama kemudian bos memberikan dia kursus ini dan itu lalu kemudian mengirimnya menjadi direktur perwakilan di daerah lain.
Hebat nggak? Hebat sih hebat, tapi banyak orang males nyapu halaman luar, boro-borooo…nunggu beberapa menit aja udah ngomel apalagi nunggu sampai pintu dibuka. Gengsi iya, pake hem lengan panjang ganteng gini kok nyapu…ya ampun. Lha terus bagaimana bos akan melihat Anda rendah hati dan setia dalam perkara kecil? Ia nggak mungkin percayain perkara besar kepada orang yang tinggi hati dan maunya kerjanya langsung tanda tanganin cek perusahaan.
Kerendahan hati mendahului apa? Kehormatan, kekayaan, dan kemuliaan.
Mat 25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Luk 12:43 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.