Kembali ke Kantor Lama
Tania baru setahun bekerja di perusahaan baru. Namun, ia sudah merasa tidak nyaman dengan irama kerja di sana. Alih-alih mendapat kesempatan yang lebih baik, di tempat baru ini ia merasa kariernya akan jalan di tempat. Suatu hari, tanpa diduga, mantan big boss di tempat lama menghubungi lagi dan memintanya kembali bekerja di sana dengan iming-iming posisi dan gaji dua kali lipat daripada sebelumnya.
Kesempatan ini tentu saja tidak dilewatkan. Apalagi, selama ini ia memang sering merindukan mantan teman-temannya dulu. Jangan buru-buru membayangkan yang enak-enaknya dulu, tapi antisipasi juga rintangan yang bakal dihadapi dari kemunculan Anda lagi di sana. Kembali ke kantor lama memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi, bukan berarti tidak mungkin. Bagaimana mengatasi rintangan yang menghadang di kantor lama?
DEKATI REKAN LAMA
Di hari pertama, teman-teman Anda menyapa dengan suka cita. Anda seperti anak hilang yang kembali ke pangkuan induk semangnya. Anda pun merasa seperti pulang ke rumah, bukan lagi anak baru yang buta terhadap lingkungan sekitar.
Namun, ini biasanya tidak berlangsung lama. Tnggu sampai mereka tahu posisi baru yang Anda tempati dan gaji Anda yang menjulang melebihi rekan-rekan lain. Perlu disadari, tak semua orang menerima kehadiran Anda dengan tangan terbuka. Apalagi, jika posisi yang menjadi rebutan kini ditempati oleh Anda dan secara kedudukan mereka sekarang di bawah Anda. Bersiaplah menjadi sasaran empuk gosip.
Apa yang sebaiknya dilakukan? Hadapi saja dengan tenang. Pelajari situasi dan peta perpolitikan di sana. Posisikan diri Anda sebagai orang baru yang perlu menyesuaikan diri lagi. Lakukan pendekatan terhadap rekan-rekan lama. Tunjukkan itikad baik bahwa kembalinya Anda bukan untuk "menyingkirkan" mereka, malah kalau bisa membantu mereka. Bergaullah dengan mereka seperti dulu, jangan membuat jarak. Misalnya, makan siang atau nongkrong bareng.
DILARANG PAMER
Mengetahui Anda kembali dengan posisi dan gaji lebih tinggi saja sudah membuat mereka sakit hati, jadi jangan tambahi dengan memamerkan bahwa big boss-lah yang meminta Anda untuk kembali. Apalagi dengan embel-embel, "Sebenarnya saya enggak mau, tapi atasan memaksa." Anda bisa jadi musuh seluruh kantor.
Sebaiknya, hindari juga memamerkan besarnya gaji Anda kepada mereka. Karena, ini akan menambah keresahan seluruh "umat". Jika keingintahuan mereka lumayan besar, jawab saja bahwa gaji Anda tidak jauh beda dengan yang lama.
UNJUK KELEBIHAN
Jika soal gaji Anda tidak disarankan pamer, soal gagasan dan kemampuan sangat boleh Anda tunjukkan. Sebab, Anda diminta oleh atasan, yang artinya Anda sah-sah saja menunjukkan ada semua orang bahwa Anda memang layak menempati posisi baru tersebut.
Saat rapat, keluarkan gagasan brilian Anda. Buatlah rencana kerja yang matang. Sebelumnya, mungkin Anda mulai menginventarisir bawahan Anda, kelebihan dan kelemahan mereka. Karena Anda mengenal mereka dengan baik, jadi sebenarnya Anda sudah tahu kelebihan dan kelemahan mereka. Hal ini memudahkan Anda saat pendelegasian tugas. Sebaiknya, tekankan kepada mereka bahwa Anda membutuhkan dukungan dan bantuan mereka sebagai tim kerja.
BERSIKAP KONSISTEN
Kendala yang mungkin terjadi biasanya penyangkalan terhadap kebijakan yang Anda buat. Protes-protes kecil dan keengganan melakukan apa yang Anda tugaskan, mungkin akan Anda temui. Tapi, enggak perlu resah dulu. Asalkan Anda bisa bersikap konsisten, mempunyai empati yang besar terhadap kesulitan rekan-rekan satu tim, dan menghargai setiap usaha dan prestasi mereka, lambat lain mereka juga akan memahami posisi Anda dan situasi linggkungan akan berjalan seperti biasa.
Perlu juga dipahami, kembali ke kantor lama, berarti tuntutan perusahaan pada Anda juga lebih besar. Jangan jadikan itu sebagai beban, melainkan tantangan yang membaut Anda terpacu menghasilkan karya terbaik. Good luck!