Archive for September, 2008


Kesaksian Penggubah Lagu “Janji-Mu Seperti Fajar”

 
Nama
saya Afen Hardianto. Saya tinggal di Malang bersama dengan istri dan
dua anak saya, yang perempuan 6 tahun dan yang laki-laki 4 tahun. Saya
berpacaran dengan istri saya sejak duduk di bangku SMA. Pada masa kami
masih pacaran hubungan kami ditentang oleh keluarga istri saya. Tetapi
kami tetap berpacaran sampai akhirnya kami mendapatkan restu untuk
menikah. Tanpa saya sadari ternyata saya menyimpan kepahitan dari
akibat hubungan kami yang dulunya ditentang.

Dan kepahitan itu
saya simpan dan pupuk dan saya bawa di pernikahan sampai menyebabkan
hubungan saya dengan istri menjadi kurang harmonis di tahun-tahun awal
pernikahan kami. Kemudian masuklah pihak ketiga yang semakin
memperkeruh keadaan rumah tangga kami. Dan rumah tangga saya semakin
amburadul. Saya menolak dan menganggap istri saya sebagai penghalang
kebahagiaan saya, sehingga saya membenci istri saya. Rasa cinta
terhadap istri sudah tidak ada lagi, yang ada adalah kebencian yang
menumpuk. Saya selalu menyakiti hati istri saya. Semakin istri saya
tidak membalas, semakin saya menyakitinya.

Saya juga tidak
mempedulikan anak saya, dan saya pun sibuk dengan keegoisan saya
sendiri. Yang dilakukan istri saya hanya berdoa dan berpuasa, bahkan
saat ia mengandung anak kami yang kedua, ia berpuasa Ester untuk saya.
Istri saya menutupi segala keadaan yang terjadi dalam rumah tangga kami
dari keluarganya. Ia berpegang pada firman Tuhan di Amsal 21:1 : “Jika
hati raja-raja ada didalam genggaman tangan Tuhan, apalagi hati seorang
Afen.”

Tetapi saya tetap tidak memperdulikannya sampai pada
akhirnya saya menyuruh istri saya untuk pergi dan saya antarkan istri
dan anak saya pulang ke rumah orang tua istri saya. Dan orang tua istri
saya pun menerima mereka dan juga menghendaki perpisahan ini dan
megharapkan akan berujung pada perceraian. Saat itu istri saya berkata
kepada saya, ini bukan akhir dari segalanya.

Setelah saya
meninggalkan istri dan anak saya, saya berpikir saya akan menjalani
hidup saya yang baru. Tetapi pada suatu malam pada saat saya sendiri
Tuhan mengingatkan saya pada anak saya yang pertama, saya tiba-tiba
merasakan rindu dan kangen sekali pada anak saya itu. Waktu itu anak
saya masih berusia 1,5 tahun. Hati saya hancur dan saya menangis.

Saya berkata kepada Tuhan :
“Tuhan,
apakah akhir dari hidupku akan seperti ini? Saya yang dari dulu (SMP)
sudah melayani Tuhan sebagai pemain musik tetapi apakah rumah tanggaku
akan berakhir dengan perceraian?”

Tiba-tiba Tuhan memberikan
melodi kepada saya lagu : "Janji-Mu Seperti Fajar", dimana rencana saya
lagu ini akan saya simpan untuk saya pribadi. Tetapi pada saat pendeta
saya mau rekaman, pendeta saya kekurangan 1 lagu dan ia bertanya kepada
saya, apakah saya mempunyai lagu.

Dengan malu-malu saya tunjukkan lagu “Janji-Mu Seperti Fajar” kepadanya.
Saya benar-benar tidak menyangka lagu tersebut ternyata menjadi berkat bagi banyak orang, termasuk saya dan keluarga.

Dan
singkat cerita Tuhan memulihkan keluarga saya. Istri, dan anak-anak
saya juga sudah kembali bersatu dengan saya. Bahkan anak kedua saya
yang dulu saya tolak dan lahir secara prematur tanpa saya dampingi juga
lahir dalam keadaan yang normal dan sehat. Dan setelah keluarga saya
kembali bersatu, saya juga baru mengetahui bahwa pada saat keluarga
saya berantakan setiap hari istri saya menuliskan kata-kata iman di
sebuah buku.

Di dalam tulisannya tersebut istri saya mengatakan:
“Suamiku Afen pasti dikembalikan Tuhan padaku, keadaan ini adalah baik
bagiku karena pasti ada anugerah besar bagiku,
suamiku Afen adalah
suami yang takut akan Tuhan, suamiku Afen adalah suami yang
mengasihiku, semua ini mendatangkan kebaikan bagiku karena Tuhan
pembelaku ada di pihakku.”

Dan sekarang saya benar-benar
merasakan pemulihan yang Tuhan kerjakan di dalam hidup saya. Bahkan
saya juga tidak menyangka bahwa lagu “Janji-Mu Seperti Fajar” menjadi
lagu terbaik Indonesian Gospel Music Award 2006, menjadi theme song
sebuah sinetron dengan judul yang sama, dan Tuhan memelihara hidup kami
sekeluarga juga melalui lagu tersebut. Terima kasih Tuhan Yesus
Memberkati!
(Sumber Kesaksian: Afen Hardianto – dari Milis Sahabat Kristen)

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com